⌂ Beranda News BI Rate Naik ke 5,50%, Sektor Usaha Pasar Modal Hadapi Risiko Finansial
News

BI Rate Naik ke 5,50%, Sektor Usaha Pasar Modal Hadapi Risiko Finansial

Gedung Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Penguatan kurs ini akan meringankan beban emiten dengan utang valas karena risiko kerugian selisih kursnya menjadi lebih kecil.

Meskipun kurs rupiah berpotensi menguat, emiten dengan rasio leverage yang tinggi tetap dihadapkan pada ancaman penurunan profitabilitas. Lonjakan biaya utang otomatis akan memangkas margin keuntungan emiten-emiten tersebut.

Pembengkakan biaya modal ini juga diperkirakan akan membuat manajemen perusahaan mengambil sikap defensif dalam mengelola likuiditas internal.

Manajemen emiten akan lebih memilih memprioritaskan pemenuhan kewajiban utang dan menjaga likuiditas internal ketimbang membagikan dividen yang royal.

Untuk sektor komoditas, dampak kenaikan suku bunga acuan ini dinilai tidak bisa dipisahkan dari pergerakan harga komoditas di pasar global.

Margin emiten komoditas dipastikan akan terpotong, tergantung pada apakah harga komoditas global dapat mengimbangi kenaikan biaya dana.

Stabilisasi nilai tukar rupiah juga dapat memengaruhi margin keuntungan para eksportir jika harga komoditas dunia tidak mengalami kenaikan harga.

Faris menyarankan para pelaku pasar untuk memberikan perhatian lebih pada proyeksi harga komoditas di tingkat global dibandingkan kenaikan biaya dana.

📰 Update Terbaru