Ia mengingatkan adanya potensi fluktuasi pasar karena tiga agenda penting.
Ketiga agenda tersebut adalah MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni, FTSE Rebalancing pada 19 Juni, dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026.
Hasil dari agenda ini dapat mempengaruhi aliran dana asing.
"Kalau Indonesia masih bertahan di EM (emerging market) dan mampu membenahi dari sisi pasar modal dan kebijakan fiskalnya, maka dapat diperkirakan akan terjadi inflow ke pasar modal Indonesia.
Namun sebaliknya, jika masuk ke FM (frontier market), yang akan terjadi adalah outflow yang relatif besar," ucap Herditya.
>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Mulai Membaik Pascakoma
Untuk perdagangan pekan depan, Herditya merekomendasikan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan target harga Rp650 hingga Rp670, PT Indika Energy Tbk (INDY) di rentang Rp2.560 sampai Rp2.810, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) pada kisaran Rp930 sampai Rp990.
