⌂ Beranda News Studi Ungkap Remaja Kurang Tidur, Picu Masalah Kesehatan Mental

Studi Ungkap Remaja Kurang Tidur, Picu Masalah Kesehatan Mental

Studi Ungkap Remaja Kurang Tidur, Picu Masalah Kesehatan Mental
Remaja kurang tidur memicu masalah kesehatan mental
A A Ukuran Teks16px

Pergeseran jam biologis alami selama masa pertumbuhan membuat remaja sulit tidur lebih awal. Situasi diperparah ketika jadwal masuk sekolah terlalu pagi, sehingga kebutuhan tidur tidak terpenuhi.

Solusi Jadwal Sekolah Fleksibel

Uji coba perubahan jadwal sekolah di Swiss menunjukkan hasil positif.

Sebuah sekolah menengah di St. Gallen menerapkan sistem jam belajar fleksibel, di mana siswa dapat memilih datang pukul 07.30 atau 08.30 pagi.

Sebanyak 95 persen siswa memilih masuk lebih siang.

Dampaknya, mereka bangun 40 menit lebih lambat dan memperoleh tambahan waktu tidur rata-rata 45 menit pada hari sekolah.

Penulis utama penelitian, Joëlle Albrecht, memaparkan peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya gangguan tidur pada siswa.

"Para siswa melaporkan lebih sedikit masalah untuk mulai tidur, dan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan meningkat," ujarnya.

Peneliti Reto Huber menilai kebijakan memundurkan jam pelajaran pagi dapat menjadi langkah strategis.

>>> Arsenal Dominasi Nominasi Pemain Terbaik PFA 2026

"Memulai pelajaran lebih siang dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mengatasi krisis kesehatan mental yang dialami pelajar," kata Huber.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru