Fasilitas ini menjadi saluran penjualan langsung ke konsumen (direct-to-consumer) pertama di luar Bali.
Langkah ini diambil untuk mendongkrak visibilitas produk di ibu kota yang merupakan salah satu pasar konsumen terbesar nasional.
Perusahaan juga bersiap meluncurkan lini produk premium baru seperti merek Avara dan Ekko.
Produk premium baru ini telah mendapat pengakuan global lewat penghargaan di ajang AWC Vienna 2025 sebelum dipasarkan secara komersial.
>>> Mahasiswa UBK dan MH Thamrin Gelar Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
Kehadiran produk baru diharapkan memperkuat posisi portofolio premium dan menjangkau berbagai segmentasi konsumen.
Jaringan Distribusi Nasional Kian Diperluas
Guna mengimbangi penetrasi produk baru, perseroan terus memperlebar jaringan distribusi berskala nasional.
Saat ini WINE telah menyuplai lebih dari 1.500 restoran, 900 hotel, ratusan toko ritel, dan jaringan sub-distributor di berbagai daerah.
Manajemen memandang penguatan rantai distribusi sebagai fondasi krusial untuk memacu pertumbuhan bisnis di luar Bali.
Ekspansi logistik ini menopang visi jangka panjang emiten menjadi produsen wine lokal terdepan di Indonesia.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat, termasuk pengesahan laporan keuangan 2025, remunerasi dewan komisaris dan direksi, serta penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026.
RUPST menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 9,485 miliar atau Rp 3,5 per saham.
Rasio pembayaran ini setara dengan 24 persen dari total laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 39.522.555.676.
Sisa laba bersih 76 persen atau Rp 30.037.555.676 diputuskan sebagai laba ditahan.
Berdasarkan harga penutupan saham WINE di Rp 146 per lembar, nilai dividen tunai ini mencerminkan imbal hasil sekitar 2,4 persen.
Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk Ida Bagus Rai Budarsa menjelaskan bahwa perusahaan kini mulai menapaki fase pertumbuhan baru setelah berkiprah lebih dari tiga dekade di Indonesia.