"Dari Piala Dunia terakhir, kita tahu bahwa pertandingan pertama bukanlah penentu, meskipun penting. Kita merasa tenang karena semuanya tidak berakhir di pertandingan pertama," tambah Scaloni.
Dalam wawancara terpisah bersama ESPN, Scaloni kembali menegaskan kesiapan mental anak asuhnya. "Tenang karena ini hanya pertandingan sepak bola.
Kami memiliki pengalaman dari Piala Dunia terakhir, pertandingan pertama bukanlah hal yang fundamental. Itu penting, tetapi tidak berakhir dengan pertandingan pertama," katanya.
Scaloni juga memaparkan situasi internal tim terkait kondisi fisik pemain. "Tidak ada pemain yang cedera.
>>> La Coqueta Beri Janji Sensasional kepada Enzo Fernandez Jelang Piala Dunia
Kami hanya akan memantau kondisi Nico Tagliafico, apakah dia akan bergabung dengan tim untuk latihan, tetapi pada prinsipnya semua pemain tersedia," ujarnya.
Dia mengakui tantangan terbesar seorang pelatih adalah menentukan sebelas pemain pertama dari sekian banyak pilihan pemain bintang.
"Iya, kami baik-baik saja, kami tenang. Kami menghadapi tim yang bagus dengan pemain-pemain yang bagus.
Tetapi kami tenang, kami berada di momen yang tepat," lanjutnya.
Scaloni menutup keterangannya dengan menjelaskan prinsip keseimbangan tim yang selalu ia pegang dalam setiap pertandingan.
"Saya tidak pernah kesulitan menentukan tim. Kesulitan yang saya alami adalah meninggalkan pemain-pemain hebat, tetapi keseimbangan adalah prinsip.
Kami bermain dengan sebelas pemain dan kami mencoba menemukan keseimbangan, jadi ada yang tertinggal tetapi kami baik-baik saja," pungkasnya.
Respek dari Kubu Aljazair
Di kubu seberang, pelatih kepala Aljazair Vladimir Petkovic menyikapi pertandingan besar ini dengan penuh respek terhadap kekuatan sang lawan.
"Saya pikir ini pertandingan penting untuk mendapatkan poin. Memprovokasi pemain Argentina sama seperti mencoba menendang sarang lebah, tidak adil dan berisiko.
Kami sangat menghormati mereka," jelas Petkovic.
Meski kalah, Petkovic mengapresiasi kehadiran pendukung Aljazair yang datang langsung ke stadion untuk mengimbangi dominasi suporter lawan.
