⌂ Beranda News Optimisme Gen Z Indonesia di Tengah Maraknya Doom Spending

Optimisme Gen Z Indonesia di Tengah Maraknya Doom Spending

Optimisme Gen Z Indonesia di Tengah Maraknya Doom Spending
Gen Z Indonesia berbelanja online
A A Ukuran Teks16px

>>> IFG Life Bayar Klaim Asuransi Kredit Rp394,2 Juta kepada Ahli Waris

Menurut Adel, kenaikan biaya pendidikan dan gaya hidup menjadi faktor yang membuat generasi muda harus bekerja lebih keras.

Rama menyebut harga properti dan bahan pokok yang terus meningkat menjadi hambatan utama.

Meski khawatir, mereka tidak sepenuhnya terjebak dalam perilaku konsumtif.

Nailla sesekali membeli barang atau menikmati pengalaman seperti konser dan workshop, tetapi tetap mengatur keuangan dan prioritas.

"Hidup tidak melulu soal menabung dan mengejar masa depan, tapi juga menikmati momen saat ini," katanya.

in2

Adel terkadang melakukan pengeluaran di luar rencana, namun tetap menjaga tabungan dan tujuan jangka panjang.

Rama mengakui masih kerap melakukan pembelian impulsif, terutama saat bepergian atau berburu kuliner, namun menilai kebiasaan itu perlu dikendalikan.

Harapan pada Dukungan Pemerintah

Nailla menilai pemerintah perlu mempermudah akses informasi dan memperluas kesempatan kerja bagi anak muda.

Adel mengapresiasi program pelatihan kerja dan dukungan terhadap UMKM yang membuka peluang usaha.

Rama menyoroti perlunya peningkatan ketepatan sasaran program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"KIP itu program yang bagus, tetapi pelaksanaannya sering meleset dalam target penerima bantuan.

>>> Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

Mungkin bisa diperketat lagi atau dibuat program lain yang lebih baik untuk memberdayakan generasi muda," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru