Pertandingan melawan Vatreni yang diperkuat gelandang veteran Luka Modric juga membawa memori kekalahan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018.
"Beckham adalah idola besar saya saat tumbuh dewasa. Saat itu saya hanya bisa berharap dan bermimpi suatu hari mengenakan seragam Inggris seperti dirinya.
Jadi ini tentu menjadi pencapaian yang sangat spesial," ujar Kane.
Mengenai kekuatan lawan, Kane menyampaikan rasa hormatnya terhadap konsistensi Modric di level tertinggi sepak bola dunia. Ia menyejajarkan gelandang Kroasia tersebut dengan deretan pesepak bola legendaris lainnya.
"Pemain seperti Ronaldo, Messi, dan Modric yang mampu melakukannya selama lebih dari 20 tahun adalah pembeda antara pemain bagus dan pemain hebat," kata Kane.
Kane menegaskan ambisinya untuk fokus membawa Inggris meraih trofi juara dunia terlebih dahulu sebelum memikirkan rekam jejak karier personalnya di masa depan.
"Saya merasa memiliki momentum yang baik menjelang turnamen ini," ujar Kane.
Kapten Inggris ini merasa bersyukur bisa kembali memimpin timnya di turnamen besar keenam sepanjang karier profesionalnya.
>>> Cristiano Ronaldo Catat Rekor Enam Edisi Piala Dunia Usai Portugal Imbang
"Saya sangat bangga bisa berada di sini lagi, menjalani turnamen keenam saya, dan masih berada dalam kondisi fisik yang sangat baik," kata Kane.
Kane menyatakan bahwa ia baru akan mengevaluasi seluruh pencapaian kariernya setelah gantung sepatu nanti. "Mungkin 10 tahun lagi saya akan melihat kembali semua yang telah saya capai," ujarnya.
Komentar Tomas Brolin
Mantan pemain timnas Swedia Tomas Brolin meragukan peluang Inggris untuk menjuarai Piala Dunia kali ini.
Dilansir dari Goal, Brolin menganggap ekspektasi publik terhadap tim asuhan Tuchel terlalu berlebihan mengingat Inggris baru memenangi satu trofi besar pada tahun 1966.
"Seperti biasa, saya tidak berpikir mereka memiliki peluang besar. Mungkin justru orang-orang di pulau itu sendiri yang berpikir mereka akan menang.
