Tekanan psikologis akibat merasa dimanfaatkan tidak hanya terjadi pada kelas ekonomi bawah. Pria dari keluarga mapan pun bisa mengalaminya.
"Meskipun suami berasal dari keluarga mapan dan bukan generasi sandwich, ia tetap bisa merasa dimanfaatkan," jelas Danti. Rasa tereksploitasi berakar dari pelanggaran batasan dan hilangnya rasa dihargai.
"Rasa tereksploitasi dalam psikologi relasi tidak selalu berakar pada berkurangnya nominal uang, melainkan pada pelanggaran batasan atau boundary violation, dan hilangnya rasa dihargai," lanjut Danti.
Tuntutan materi yang melampaui batas kewajaran tanpa empati membuat suami merasa terobjektifikasi.
>>> Brasil Tekuk Haiti 3-0, Rebut Puncak Klasemen Grup C Piala Dunia 2026
"Jika tuntutan melampaui kesepakatan awal tanpa empati, suami kaya raya sekalipun akan merasa terobjektifikasi, sekadar alat fungsional dan bukan pasangan hidup yang dicintai utuh," pungkas Danti.