Dari total volume kebutuhan kelistrikan nasional tersebut, sebanyak 134 juta ton di antaranya sudah masuk dalam ikatan kontrak resmi.
Pemerintah kini mendesak percepatan penyelesaian kendala logistik dan penguatan pengawasan sistem internal.
"Total kebutuhan batubara PLN itu 154 juta.
Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan?
>>> Francesco Bagnaia Juara Sprint Race MotoGP Ceko 2026
Dimananya ada kekurangan. Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba.
Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tandas Bahlil.
PLNU Minta Maaf dan Percepat Pasokan Batubara
Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengonfirmasi pihaknya tengah mengamankan pasokan batubara jenis kalori menengah (medium range coal).
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi ketat bersama Kementerian ESDM guna menormalkan kembali sistem pembangkitan tenaga listrik.
"Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir.
Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," ungkap Darmawan melalui video yang dirilis oleh PLN pada Sabtu (20/6/2026).
Proses penandatanganan kontrak baru dengan para produsen batubara mitra kini sedang dipercepat oleh manajemen. PLN mengapresiasi kerja sama para pemasok yang bergerak cepat merealisasikan komitmen penugasan dari pemerintah.
"Kami mengapresiasi kepada para pemasok batubara yang sudah mendapatkan penugasan dari Pemerintah dan juga sudah menandatangani kontrak dengan PT PLN dan juga pembangkit milik mitra kami," imbuh Darmawan.
Darmawan menambahkan, berkat koordinasi cepat dengan Ditjen Minerba, pasokan bahan bakar mulai terdistribusi ke berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Pasokan dikirimkan baik ke fasilitas operasional milik PLN maupun proyek milik swasta.