⌂ Beranda › News › Jejak Darah Manusia Ditemukan dalam Pigmen Lukisan Tebing Huashan
News

Jejak Darah Manusia Ditemukan dalam Pigmen Lukisan Tebing Huashan

Ilustrasi lukisan cadas kuno di tebing batu
Jejak Darah Manusia Ditemukan dalam Pigmen Lukisan Tebing Huashan
A A Ukuran Teks16px

Sebuah lukisan cadas kuno di kawasan Lembah Sungai Zuojiang, China, menyimpan rahasia mengejutkan terkait material pembuatannya.

Karya seni peninggalan kebudayaan Luoyue tersebut diperkirakan telah berusia antara 2.600 hingga 1.900 tahun.

Meskipun berada di ruang terbuka dan terpapar iklim subtropis yang basah, lukisan tersebut tetap bertahan dalam kondisi yang sangat baik.

Peran Darah Manusia dalam Komposisi Mortar

Peneliti menemukan bahwa pigmen merah pada dinding batu kapur itu menempel sangat kuat berkat lapisan mortar khusus.

Campuran bahan dasar tersebut melibatkan material organik dan anorganik yang dicampur bersama air serta darah.

Protein dalam darah membantu memicu proses biomineralisasi pada kalsium karbonat sehingga mengunci partikel pigmen.

Hasil pengujian laboratorium mendeteksi adanya kandungan darah manusia dalam jumlah signifikan pada lapisan mortar lukisan.

Kaitan dengan Budaya Kesuburan Kuno

Jenis protein tertentu yang terdeteksi dalam sampel mengindikasikan bahwa darah tersebut berasal dari perempuan yang baru melahirkan atau menyusui.

Temuan ini sejalan dengan tema visual lukisan di tebing Huashan yang banyak menampilkan simbol reproduksi dan kultus kesuburan.

Kendati masih berupa hipotesis ilmiah, penggunaan darah manusia mencerminkan tingkat kerumitan teknologi material masyarakat masa lampau.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru