Kopi Americano, minuman yang kini populer di seluruh dunia, ternyata memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya Amerika Serikat.
Minuman ini tidak langsung populer, melainkan lahir melalui rentetan peristiwa sejarah besar, mulai dari protes teh hingga siasat tentara AS di Italia.
>>> Timnas Jerman Kalahkan Pantai Gading 2-1, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Dari Teh ke Kopi
Pada awal abad ke-18, masyarakat Amerika yang merupakan koloni Inggris lebih menggemari teh.
Namun, situasi berubah ketika Raja George III bersama parlemen Inggris memberlakukan pajak untuk setiap penjualan teh di wilayah tersebut.
Kebijakan itu memicu aksi protes besar yang dikenal sebagai Boston Tea Party pada 16 Desember 1773.
Peristiwa ini menjadi pemantik revolusi kemerdekaan Amerika Serikat, sekaligus mengubah kebiasaan masyarakatnya dari minum teh beralih ke kopi.
Setelah meraih kemerdekaan, kegemaran warga Amerika Serikat terhadap kopi terus meningkat.
Jenis kopi yang paling populer dan sering mereka konsumsi di rumah adalah kopi tetes atau drip coffee.
>>> Jerman Kalahkan Pantai Gading, Wilfried Singo Cedera Hamstring
Lahirnya Americano
Asal-usul nama Americano sendiri baru muncul ketika Perang Dunia II berkecamuk.
Saat itu, banyak tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Italia.
Para prajurit tersebut kesulitan menemukan kopi yang sesuai dengan lidah mereka, karena espresso lokal Italia memiliki cita rasa yang terlalu kuat dan pahit.
Demi mendapatkan rasa kopi yang mirip dengan drip coffee di kampung halaman, para tentara memodifikasi espresso dengan menambahkan air panas ke dalam cangkir.
Metode sederhana ini berhasil menciptakan tekstur kopi yang lebih halus dan ramah di lambung.
>>> IHSG Rebound, Asing Catat Net Buy Rp2,32 Triliun dalam Sepekan
Pasca-Perang Dunia II, racikan modifikasi ini menyebar luas dan dikenal secara global dengan nama kopi Americano.