Wuling Motors memastikan penumpukan kontainer miliknya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah diselesaikan. Langkah ini diambil setelah adanya sorotan dari otoritas kepabeanan.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengakui adanya gangguan operasional pada awal Juni 2026. Gangguan tersebut terkait pengangkutan kontainer dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.
>>> Timnas Inggris Bidik Kemenangan Kedua Lawan Ghana di Piala Dunia 2026
Perusahaan langsung bergerak cepat untuk mengosongkan seluruh kontainer yang tertahan. "Per tanggal 11 Juni lalu kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port," ujar Ricky.
Sorotan Bea Cukai
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyoroti penumpukan ribuan kontainer di Tanjung Priok.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan otomotif memanfaatkan fasilitas penitipan barang melebihi batas.
>>> Jepang Tekuk Tunisia Lewat Gol Cepat Daichi Kamada di Piala Dunia 2026
Djaka mencontohkan BYD dan Wuling yang masih menahan kontainer setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) terbit. "Malah bahkan lebih dari 2 minggu dia tidak angkat keluar.
Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan," tegasnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI.
>>> Marcus Rashford Cedera Hamstring, Tuchel Optimistis Pulih Lawan Ghana
Dengan penyelesaian ini, Wuling Motors berharap arus logistik di pelabuhan kembali lancar. Perusahaan juga berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang berlaku ke depannya.