Hubungan diplomatik Italia dan Amerika Serikat memanas setelah kritik tajam Presiden Donald Trump terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni memicu aksi boikot massal perayaan Hari Kemerdekaan AS.
Boikot terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Pangkalan Udara Aviano, Italia. Gelombang protes dimulai dari wilayah utara Italia sebagai bentuk solidaritas terhadap Meloni.
>>> PT Avia Avian Tbk Targetkan Pendapatan Tumbuh Hingga 10 Persen pada 2026
Presiden Confindustria Alto Adriatico, Michelangelo Agrusti, mengumumkan pembatalan kehadirannya. Ia menyatakan keputusan itu diambil dengan rasa berat karena selama ini merasa sebagai sahabat AS.
Pemerintah Kota Pordenone juga secara resmi memilih absen dari perayaan tersebut.
Wali Kota Alessandro Basso menegaskan langkah itu bukan karena permusuhan, melainkan untuk menjaga prinsip saling menghormati antar sekutu.
Reaksi Politik Domestik Italia
Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini menyebut pernyataan Trump tidak menyenangkan, namun ia tidak menyesali dukungan politiknya terhadap presiden AS.
Ia menegaskan hubungan Italia-AS bukanlah perang.
>>> Jepang Ungguli Tunisia Lewat Gol Cepat Daichi Kamada di Piala Dunia 2026
Di internal partai Lega, muncul riak politik dari Roberto Vannacci yang mengunggah respons Meloni di media sosial.
Vannacci menyebut "yang terbaik masih akan datang" terkait masa depan aliansi politik.
Salvini menegaskan kepemimpinannya di Lega akan bertahan lama sesuai kongres sebelumnya. Ia memastikan tidak ada rencana percepatan kongres partai dalam waktu dekat.
Aksi saling serang juga melibatkan kubu oposisi seperti Giuseppe Conte dari M5S, Giuseppe Provenzano dari PD, serta Matteo Renzi.
Mereka menilai insiden ini telah merendahkan martabat politik luar negeri Italia.
>>> Belanda Hancurkan Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026, Gakpo dan Brobbey Cetak Rekor
Utusan khusus pemerintah AS untuk Global Partnership, Zampolli, menyebut pesan boikot hari ini tidak bisa disalahartikan sebagai sebuah keretakan hubungan bilateral.