Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus menanggapi sikap Partai Golkar dan Partai Demokrat yang mempermasalahkan posisi politik PDIP sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan.
Deddy menilai ada ketidaknyamanan di internal koalisi pemerintahan saat ini sehingga posisi partainya dipersoalkan oleh parpol lain.
>>> Joko Widodo Bagikan Sembako pada Hari Ulang Tahun di Solo
Anggota Komisi II DPR RI itu menduga ada indikasi dari partai-partai tersebut untuk mengadu domba PDIP dengan masyarakat atau presiden.
"Memang mengherankan sikap mereka ini.
Apakah memang ingin banget PDI Perjuangan juga punya menteri di kabinet, baru merasa tenang karena kurang pede atau bagaimana?"
kata Deddy.
Deddy kemudian mempertanyakan apakah partai-partai koalisi sengaja ingin menyeret PDIP ke dalam situasi yang kurang menyenangkan demi mencari kambing hitam atas kegalauan mereka sendiri.
"Ataukah mereka ingin juga agar PDIP berada dalam satu situasi yang kurang menyenangkan dengan mereka.
Saya jadi terpikir bahwa jangan-jangan ada masalah atau ketidaknyamanan di internal partai koalisi saat ini," ujar Deddy.
Ia meminta partai-partai koalisi untuk keluar dari pemerintahan jika merasa tidak nyaman, alih-alih melempar isu aneh terkait PDIP.
"Kalau nggak nyaman ya keluar saja dari pemerintahan, jangan bikin isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan.
Apakah memang niat partai-partai ini ingin mengadu domba PDI Perjuangan dengan rakyat dan atau dengan pemerintah atau presiden," tambah Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menyarankan partai koalisi agar fokus membantu menteri-menteri mereka di kabinet Presiden Prabowo dalam menyelesaikan berbagai persoalan penting milik rakyat.
"Saya sarankan agar partai-partai itu fokus membantu menteri-menteri mereka di kabinet dan benar-benar melakukan fungsinya di DPR.
Urusan listrik, BBM, perburuhan, Bansos, UMKM, koperasi, perkebunan, infrastruktur, pangan, ekonomi, perdagangan dan banyak urusan maha penting lain perlu konsentrasi mereka yang menempatkan menterinya di kabinet," kata Deddy.
Ia membandingkan dinamika saat ini dengan era kepemimpinan Presiden ke-6 SBY dan Presiden ke-7 Jokowi ketika PDIP tidak pernah mempermasalahkan posisi politik parpol lain.