⌂ Beranda News Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi
Suasana toko ritel di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Emiten sektor ritel mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Aktivitas promosi dan daya beli diproyeksi menjadi katalis penentu kinerja ke depan.

Christy Halim, Analis BRI Danareksa Sekuritas, mengamati bahwa sebagian besar pengecer mempertahankan aktivitas promosi pada April-Mei 2026. Hal ini terjadi setelah musim Idul Fitri dan Idul Adha.

>>> Indonesia Raih Komitmen Rp303 Triliun dan Dukungan Panda Bond dari China

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) meluncurkan penjualan pertengahan musim dengan diskon hingga 50% pada April.

Disusul penjualan akhir musim pada awal Juni, serta berbagai promosi merek tunggal seperti Beli 2 Gratis 1, rabat tunai, dan penawaran BOGO.

Sementara itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menawarkan lebih sedikit promosi dibanding kuartal I-2026.

Marks & Spencer menjalankan diskon 50% untuk waktu terbatas, dan merek Inditex mempertahankan potongan harga 50%-70% sebagai bagian dari pembersihan inventaris.

AZKO terus mempromosikan produk merek pribadinya, khususnya Stora, melalui berbagai kampanye dan promosi online. Mereka juga akan meluncurkan Boom Deals tahunan pada awal Juni.

Christy mengakui kekhawatiran atas permintaan yang lebih lemah setelah musim perayaan Idul Fitri.

Namun, ia melihat tanda-tanda pemulihan berkelanjutan dalam pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sebagai peritel kebutuhan pokok.

MIDI membukukan kenaikan SSSG April 2025 sebesar 1,1% yoy, dibandingkan April 2024 yang menurun 14,8%. Pertumbuhan meningkat menjadi 7,15% pada Mei 2026.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melaporkan SSSG April 2026 yang lebih lemah sebesar 2,4% karena pergeseran waktu Idul Fitri.

Namun, angka ini masih dalam panduan manajemen sebesar 2-4%.

Christy menambahkan, nilai tukar rupiah yang lebih lemah dan meningkatnya ketidakpastian makro menjadi hambatan utama terhadap daya beli.

Hal ini dapat membebani pengeluaran diskresioner.

Prospek Sektor Ritel hingga Kuartal III-2026

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, memperkirakan emiten ritel akan mempertahankan bahkan meningkatkan aktivitas promosi hingga kuartal III-2026.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru