Jumlah investor reksadana terus menunjukkan tren pertumbuhan hingga Mei 2026, dengan total mencapai 26.477.365 single investor identification (SID).
Angka ini naik 4,97% dibandingkan bulan sebelumnya.
>>> Anang, Ashanty, dan Azriel Hermansyah Wisuda Bersama di Universitas Airlangga
Namun, lonjakan jumlah investor ini tidak diiringi peningkatan dana kelolaan industri atau asset under management (AUM).
Total AUM reksadana tercatat sebesar Rp 1.023,26 triliun pada Mei 2026, menyusut dari Rp 1.062,35 triliun pada April 2026.
Penurunan AUM Didominasi Aset Berisiko
Penyusutan nilai AUM ini mencapai Rp 39,09 triliun dalam satu bulan.
Penurunan terdalam terjadi pada reksadana pendapatan tetap yang merosot dari Rp 266,80 triliun menjadi Rp 240,67 triliun.
Reksadana saham juga mengalami pelemahan, dari Rp 71,91 triliun menjadi Rp 65,23 triliun.
>>> Marco Bezzecchi Dilarang Balapan MotoGP Ceko Akibat Pukul Marshal
Reksadana campuran pun melemah dari Rp 38,82 triliun menjadi Rp 35,12 triliun.
Sebaliknya, reksadana pasar uang mencatat kenaikan AUM dari Rp 150,73 triliun menjadi Rp 152,42 triliun. Reksadana terproteksi juga mengalami peningkatan tipis.
Penurunan dana kelolaan juga melanda investor institusi, dengan total AUM merosot ke Rp 423,25 triliun dari sebelumnya Rp 430,79 triliun.
Kepemilikan dari sektor asuransi dan institusi keuangan tercatat berkurang.
Sementara itu, basis investor ritel terus bertumbuh. Angka investor reksadana bertambah sekitar 7,28 juta SID jika dibandingkan akhir 2025.
>>> Pahami Perbedaan Mode Shutdown dan Sleep pada Laptop Anda
Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap reksadana masih tinggi, meskipun pasar yang fluktuatif memengaruhi nilai dana kelolaan.
