⌂ Beranda News Kisah Deniz Undav: Dari Buruh Pabrik ke Puncak Top Skor Piala Dunia

Kisah Deniz Undav: Dari Buruh Pabrik ke Puncak Top Skor Piala Dunia

Kisah Deniz Undav: Dari Buruh Pabrik ke Puncak Top Skor Piala Dunia
Ilustrasi: Kisah Deniz Undav: Dari Buruh Pabrik ke Puncak Top Skor Piala Dunia
A A Ukuran Teks16px

Striker Jerman, Deniz Undav, kini menjadi sorotan berkat performa gemilangnya sebagai pemain pengganti di Piala Dunia 2026. Ia berhasil membantu Die Mannschaft melaju ke babak gugur.

Padahal, beberapa tahun lalu, Undav pernah berada di titik terendah kariernya. Ia bahkan harus bekerja di pabrik demi bertahan hidup sambil mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional.

>>> Pemadaman Listrik Bergilir Landa Jabodetabek Akibat Gangguan Pasokan Batubara

Penyerang Produktif di Piala Dunia 2026

Pemain berusia 29 tahun itu kini menjadi salah satu penyerang paling produktif di turnamen.

Dua golnya dalam kemenangan dramatis 2-1 Jerman atas Pantai Gading menunjukkan betapa penting perannya bagi tim asuhan Julian Nagelsmann.

Dengan tambahan dua gol tersebut, Undav telah mengoleksi tiga gol dan dua assist dari dua penampilannya sebagai pemain pengganti.

Catatan lima kontribusi gol ini menyamai rekor pemain pengganti terbaik di Piala Dunia sejak 1966, sejajar dengan legenda Kamerun, Roger Milla.

Undav kini memimpin daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026 dengan tiga gol, sejajar dengan Lionel Messi dan Jonathan David.

Posisinya lebih unggul karena memiliki lebih banyak assist dan menit bermain lebih sedikit.

Perjalanan Undav menuju panggung terbesar sepak bola dunia tidak selalu mulus. Sebelum Piala Dunia 2026, tempatnya di skuad Jerman sempat diragukan setelah ia menyatakan ambisi menjadi pemain inti.

Pelatih Julian Nagelsmann sempat merespons dengan menyatakan Undav belum tentu bisa mencetak gol dari menit awal, meski kemudian meminta maaf.

Namun, Undav membuktikan keraguan itu melalui performa di lapangan.

Hingga kini, Undav telah mencetak sembilan gol dalam 11 pertandingan bersama Timnas Jerman. Nagelsmann pun mulai membuka peluang untuk memainkannya sejak awal pertandingan.

Ditolak Akademi, Kini Jadi Andalan

Kisah perjuangan Undav semakin menarik karena kariernya jauh dari kata mudah. Saat berusia 14 tahun, ia ditolak oleh akademi Werder Bremen karena dianggap terlalu kecil.

Pada usia 17 tahun, ia bergabung dengan klub kasta keempat Jerman, Havelse.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru