Undav harus membagi waktu antara bermain sepak bola dan bekerja penuh waktu di sebuah pabrik selama delapan jam sehari.
>>> Veda Ega Pratama Finis Kelima di Moto3 Ceko 2026
Ia bekerja mengoperasikan mesin laser demi memenuhi kebutuhan hidup, karena penghasilan dari sepak bola semi profesional belum cukup.
Penghasilannya saat itu hanya sekitar 120 poundsterling per pekan.
Undav harus bangun pukul 04.00 pagi untuk bekerja, lalu berlatih, dan baru tiba di rumah sekitar pukul 20.00.
Rutinitas ini dijalani demi menyambung hidup sekaligus menjaga asa di lapangan hijau.
Karier Undav mulai berubah saat ia pindah ke klub Belgia, Union Saint-Gilloise, pada 2020.
Ia membantu klub tersebut promosi ke kasta tertinggi Belgia dan mencetak 25 gol di musim berikutnya.
Performa tersebut membawanya ke Premier League bersama Brighton, namun periode awalnya tidak mulus. Ia hanya mencetak lima gol dari 22 pertandingan Premier League pada musim 2022-2023.
Setelah dipinjamkan ke Stuttgart, Undav menemukan kembali performa terbaiknya. Pada musim 2025-2026, ia mencetak 19 gol di Bundesliga, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua setelah Harry Kane.
Performa impresif itulah yang akhirnya membawanya masuk ke skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026.
Nagelsmann menilai Undav memiliki kemampuan khusus dalam bergerak ketika pertandingan terbuka dan ruang di lini depan semakin besar.
Ia benar-benar mencapai level tertingginya di Piala Dunia.
Undav sendiri mengaku sangat bahagia dengan pencapaiannya setelah terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Pantai Gading.
>>> Devin/Ali Raih Perak Macau Open 2026, Ganda Putra Indonesia Catat Tren Negatif
Ia menegaskan yang terpenting adalah kemenangan tim dan lolos ke babak berikutnya.
