Piala Dunia 2026 diwarnai sejumlah keputusan kontroversial, salah satunya melibatkan superstar Argentina, Lionel Messi. Ia sempat memicu perdebatan terkait pelanggaran dan gestur menutup mulut.
Dalam laga melawan Aljazair, Messi melakukan pelanggaran keras terhadap kapten lawan, Aissa Mandi, namun tidak mendapat hukuman kartu dari wasit maupun VAR.
>>> FIFA Terapkan Kartu Merah bagi Pemain yang Menutup Mulut Saat Konfrontasi
Publik juga mempertanyakan tindakan Messi yang tertangkap kamera menutup mulut, yang sensitif menyusul implementasi regulasi baru FIFA.
Perbedaan Nasib dengan Miguel Almiron
Nasib berbeda dialami pemain Paraguay, Miguel Almiron, yang diganjar kartu merah saat melawan Turki karena menutup mulut dengan tangan.
Hukuman tegas ini berdasarkan peninjauan VAR yang mengonfirmasi pelanggaran terhadap aturan komunikasi terbaru yang mewajibkan sanksi kartu merah bagi pemain yang menutup mulut dalam situasi konfrontasi.
>>> Pemerintah Beri Diskon Tarif Penyeberangan untuk Libur Sekolah 2026
Aturan ini merupakan hasil pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) pada April lalu, yang kemudian dirilis resmi oleh FIFA.
Menurut ulasan teknis, Messi terhindar dari sanksi karena gestur menutup mulutnya dilakukan saat berbicara dengan rekan setim setelah mencetak gol, bukan dalam situasi konfrontasi dengan lawan.
>>> Serangan Balasan Rusia-Ukraina Tewaskan 7 Warga Sipil
Meskipun demikian, penilaian mengenai perlakuan istimewa dari ofisial pertandingan tetap menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola.
