⌂ Beranda News Meutya Hafid: Ekonomi Digital RI Harus Berkontribusi Nyata, Bukan Sekadar Pasar

Meutya Hafid: Ekonomi Digital RI Harus Berkontribusi Nyata, Bukan Sekadar Pasar

Meutya Hafid: Ekonomi Digital RI Harus Berkontribusi Nyata, Bukan Sekadar Pasar
Ilustrasi: Meutya Hafid: Ekonomi Digital RI Harus Berkontribusi Nyata, Bukan Sekadar Pasar
A A Ukuran Teks16px

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan bahwa besarnya nilai ekonomi digital Indonesia belum otomatis menjadi kekuatan nasional.

Pemerintah tengah menyiapkan strategi baru untuk membangun ekonomi digital Indonesia di masa mendatang agar manfaatnya berputar di dalam negeri.

>>> Harga Steam Machine Mengejutkan, Valve Tolak "Jual Rugi" ala Konsol

Meutya menyebutkan nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai USD 99 miliar, menjadikannya kontributor terbesar di kawasan ASEAN.

Namun, besarnya nilai tersebut belum tentu mencerminkan kekuatan nasional jika nilai tambah yang dihasilkan tidak bertahan dan berputar di dalam negeri.

Kekuatan terjadi ketika angka itu bisa direfleksikan dalam pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan manfaat yang dirasakan masyarakat,

ujar Meutya saat membuka Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta.

Untuk itu, pemerintah mendorong strategi retensi nilai (value retention) agar manfaat ekonomi digital tidak seluruhnya mengalir ke luar negeri melalui platform digital global.

Perlu ada pembagian manfaat ekonomi yang lebih adil antara platform digital global, penyedia infrastruktur digital nasional, dan pelaku ekonomi domestik.

>>> Roy Keane Kritik WAGs Timnas Inggris yang Pakai Jersey Bernama Pasangan

Jika pencatatan nilai ekonomi digital Indonesia berada di kantor pusat platform global di luar negeri, maka potensi besar akan hilang dan belum bisa disebut kekuatan nasional.

Pemerintah juga menyoroti kecenderungan Indonesia yang masih dominan sebagai pengguna teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), dibandingkan sebagai pengembang.

Penguatan ekonomi digital tidak cukup hanya pada lapisan aplikasi, namun perlu memperkuat penguasaan infrastruktur fisik, virtual seperti cloud dan pusat data, hingga platform digital.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna di lapisan paling atas, tetapi harus memperkuat seluruh rantai nilai ekonomi digital agar manfaatnya tetap berada di Indonesia.

Dalam forum DEAL 2026, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi membangun ekosistem digital nasional.

>>> Spanyol Targetkan Kemenangan Perdana Lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari besarnya angka ekonomi digital semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru