⌂ Beranda News Harga Steam Machine Mengejutkan, Valve Tolak "Jual Rugi" ala Konsol

Harga Steam Machine Mengejutkan, Valve Tolak "Jual Rugi" ala Konsol

Harga Steam Machine Mengejutkan, Valve Tolak "Jual Rugi" ala Konsol
Ilustrasi: Harga Steam Machine Mengejutkan, Valve Tolak "Jual Rugi" ala Konsol
A A Ukuran Teks16px

Valve akhirnya mengumumkan harga resmi untuk PC gaming ruang tamunya, Steam Machine.

Perangkat keras ringkas ini dijual mulai dari USD 1.049 atau sekitar Rp 17,2 juta untuk model penyimpanan 512GB.

>>> Roy Keane Kritik WAGs Timnas Inggris yang Pakai Jersey Bernama Pasangan

Varian 2TB dibanderol USD 300 lebih mahal. Jika pengguna ingin membelinya sepaket dengan Steam Controller, ada tambahan biaya sebesar USD 79 untuk masing-masing konfigurasi.

Lebih Mahal dari Konsol Pesaing

Meskipun ditawarkan sebagai alternatif konsol yang praktis disambungkan ke TV untuk memainkan koleksi game Steam, harganya jauh melampaui perangkat konsol yang ada di pasaran.

Performa Steam Machine disebut-sebut hanya setara dengan PlayStation 5, namun harganya jauh melampaui konsol seperti PS5 (USD 599.99), Xbox Series X (USD 649.99), dan PS5 Pro (USD 899.99).

Selisih harga yang tajam ini terjadi karena Valve menolak untuk memberikan subsidi pada perangkat kerasnya, sebuah strategi "jual rugi" yang lumrah dilakukan produsen konsol.

Bagi Valve, mensubsidi perangkat keras berlawanan dengan filosofi mereka dalam membangun ekosistem yang sehat.

Dalam pernyataan resminya, Valve menjelaskan bahwa model konsol tradisional menjual perangkat keras dengan rugi dan menutupi pendapatan lewat layanan berlangganan atau game eksklusif.

>>> Spanyol Targetkan Kemenangan Perdana Lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Valve berpendapat ekosistem terbuka jauh lebih baik bagi pelanggan dalam jangka panjang, mendorong inovasi teknologi selama puluhan tahun.

Perusahaan menegaskan bahwa pengguna berhak memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka soal harga, performa, dan form factor, yang merupakan kekuatan platform PC terbuka.

Jual "Harga Modal" di Tengah Krisis Komponen

Harga belasan juta tersebut murni merupakan harga modal, akumulasi dari biaya komponen dan ongkos perakitan.

Valve bahkan memangkas margin keuntungan lebih agresif dibandingkan saat memproduksi Steam Deck agar harganya sedekat mungkin dengan harga modal.

Krisis pasokan memori dan penyimpanan global memukul rencana perusahaan, menunda peluncuran yang awalnya ditargetkan pada awal 2026.

>>> Belanda Hajar Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026

Krisis komponen ini juga berdampak pada kuantitas produksi, dengan jumlah unit Steam Machine yang siap diluncurkan hanya sekitar dua pertiga dari rencana awal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru