Industri smartphone global menghadapi lonjakan biaya komponen yang signifikan, memicu kenaikan harga perangkat. Kenaikan harga memori mencapai 130% dan biaya chipset meningkat 20-30%.
Bahkan untuk smartphone entry-level di bawah USD 200, biaya produksi naik sekitar 25%. Situasi ini membuat konsumen mulai melihat smartphone sebagai investasi jangka panjang.
>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Inggris dan Portugal Berjuang Tiket 32 Besar
Nilai Jangka Panjang Lebih Penting
Faktor seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan data, ketahanan perangkat, dan dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi pertimbangan utama.
Konsumen kini lebih mengutamakan berapa lama smartphone dapat digunakan daripada sekadar spesifikasi di atas kertas.
Smartphone yang mendapat pembaruan sistem operasi dan keamanan selama bertahun-tahun memiliki nilai pakai lebih panjang. Ini berbeda dengan perangkat yang hanya mendapat dukungan singkat.
Samsung, misalnya, menawarkan dukungan hingga enam generasi pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan, termasuk perlindungan Samsung Knox di kelas entry-level.
>>> Deschamps Ragukan Karier Mbappe Bisa Sepanjang Messi dan Ronaldo
Verry Octavianus dari Samsung Electronics Indonesia menyatakan bahwa smartphone mereka tetap cerdas, aman, dan optimal digunakan bertahun-tahun ke depan.
Layanan purna jual juga menjadi faktor penting yang sering terabaikan. Jaringan service center yang luas memberikan rasa aman bagi konsumen saat perangkat membutuhkan perbaikan.
Andi Airin dari Samsung Electronics Indonesia menambahkan bahwa skema kepemilikan yang fleksibel dan layanan purna jual yang luas menghilangkan hambatan untuk mendapatkan teknologi premium.
Pada akhirnya, harga memang penting, namun smartphone yang baik tidak bisa dinilai hanya dari banderolnya saja.
>>> 5G Diprediksi Meledak 2031, Pengguna di Indonesia Capai 213 Juta
Ketika smartphone mampu bertahan lebih lama, didukung pembaruan software bertahun-tahun, keamanannya terjamin, serta layanan purna jual mumpuni, nilai yang diterima pengguna bisa melampaui harga pembelian.