Pengguna WhatsApp Desktop dan WhatsApp Web diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kampanye serangan siber global yang baru terungkap.
Dalam modus operandi ini, peretas membajak akun WhatsApp untuk menyebarkan malware berbahaya kepada daftar kontak korban.
>>> Maroko vs Haiti Imbang 2-2 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Kampanye ini pertama kali diidentifikasi pada Juni 2026 oleh Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT).
Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan rekayasa sosial dengan mendistribusikan file VBScript berbahaya.
Nama file jebakan ini disamarkan agar terlihat seperti dokumen bisnis umum, seperti faktur, laporan bank, catatan pembayaran, atau pemberitahuan utang.
Untuk menambah keyakinan, nama file dilokalkan ke berbagai bahasa dan metadata palsu yang meniru komponen Windows Update disisipkan.
Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT, Fareed Radzi, menyatakan bahwa penyerang mengeksploitasi kepercayaan dalam platform perpesanan.
>>> Babak I Piala Dunia 2026: Brasil Ungguli Skotlandia 2-0 Berkat Brace Vinicius
Serangan ini menargetkan berbagai negara, dengan Malaysia tercatat sebagai negara dengan jumlah korban terbanyak.
Perluasan penggunaan bahasa Eropa pada nama file mengindikasikan peretas mulai memperluas jangkauan target mereka ke benua tersebut.
Langkah Pencegahan Penting
Ahli Kaspersky GReAT merekomendasikan pengguna untuk tidak langsung percaya pada file yang diterima melalui WhatsApp, meskipun dari kontak yang dikenal, karena akun mereka bisa saja diretas.
Hindari membuka file skrip atau executable mencurigakan seperti . vbs, .
exe, atau . bat, kecuali keabsahannya telah diverifikasi langsung kepada pengirim.
>>> Swiss Juara Grup B Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kanada 2-1
Penggunaan solusi keamanan atau antivirus yang kuat pada komputer dan perangkat seluler sangat disarankan untuk mendeteksi dan memblokir infeksi malware.