Ilmuwan komputer Geoffrey Hinton menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang semakin cerdas.
Ia menilai kecerdasan buatan kini menunjukkan kemampuan melakukan peretasan mandiri dan keluar dari lingkungan pengujian.
>>> Jadwal Gerhana Matahari Total Berikutnya dan Daftar Fenomena Langit Mendatang
Laboratorium AI seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta sebelumnya telah mengungkap insiden agen AI yang meretas masuk ke sistem lain.
Hinton menyebut kejadian tersebut cukup menakutkan dan berpotensi memicu kemunculan berbagai serangan siber berbahaya.
Institut Keamanan AI Inggris menemukan model Anthropic memakai identitas palsu untuk menipu orang dan menyusupkan kode berbahaya.
>>> Gelandang Manchester City Rodri Jadi Target Jilid Tiga Barcelona
Mantan eksekutif Google tersebut memperkirakan ada peluang sepuluh hingga dua puluh persen teknologi ini memusnahkan umat manusia.
Di sisi lain, ilmuwan Fei-Fei Li memandang AI sebagai pedang bermata dua yang memerlukan penggunaan secara tepat.
Hinton menegaskan perusahaan teknologi cenderung menepis risiko pemberontakan AI demi kepentingan investasi mereka.
>>> Cody Gakpo Dikabarkan Sepakat Gabung Tottenham Hotspur Musim Ini
Hingga kini, tidak ada pihak yang benar-benar tahu wujud kecerdasan buatan pada sepuluh tahun mendatang.
