Kolaborasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi seluler dinilai menjadi kunci agar anak muda semakin kreatif. Hal ini disampaikan oleh praktisi dan social entrepreneur, Donny Budhi Utoyo.
Menurut Donny, AI dapat membantu anak muda menjadi lebih produktif dan kreatif. Beberapa penelitian menunjukkan AI mempercepat proses mencari informasi, menyusun ide, menulis, hingga menyelesaikan pekerjaan berbasis pengetahuan.
>>> Mengenal Fenomena Gempa Ganda Dahsyat yang Guncang Venezuela
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI yang terlalu pasif dapat membuat ide menjadi seragam dan mengurangi latihan berpikir mandiri.
"AI bisa membantu menghasilkan lebih banyak ide, tetapi belum tentu membuat ide kita semakin beragam," ujarnya.
Donny melihat AI sebagai alat augmentasi, bukan substitusi. AI memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.
Jika seluruh proses berpikir diserahkan kepada AI, kemampuan kritis dan kreativitas justru berisiko melemah.
Ia menekankan bahwa AI adalah salah satu perkembangan teknologi paling signifikan yang membuka banyak peluang.
Sejarah menunjukkan setiap era memiliki teknologi penting yang mengubah cara manusia hidup dan bekerja.
"Smartphone membawa layanan digital ke genggaman setiap orang. Kini AI menjadi gelombang berikutnya," lanjutnya.
Teknologi Seluler Masih Relevan
Donny menegaskan teknologi seluler masih sangat relevan bagi anak muda.
Hampir seluruh aktivitas digital generasi muda saat ini berlangsung melalui perangkat seluler, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga membuat konten.
Yang berubah bukan relevansinya, melainkan ekspektasi pengguna.
Dulu anak muda mencari sinyal kuat dan kuota murah, kini mereka menginginkan pengalaman digital yang lebih personal, cepat, aman, dan terintegrasi dengan AI.
"Industri telekomunikasi tidak cukup hanya menjual konektivitas. Nilai tambahnya harus semakin jelas dan relevan dengan teknologi dan gaya hidup," akunya.
Setidaknya ada empat hal yang perlu diperkuat. Pertama, integrasi AI dan seluler dalam layanan sehari-hari seperti belajar, produktivitas, pencarian informasi, hingga pengembangan keterampilan digital.
