⌂ Beranda News Ilmuwan Ciptakan 'Alam Semesta Mini' untuk Buktikan Waktu Benar-Benar Ada

Ilmuwan Ciptakan 'Alam Semesta Mini' untuk Buktikan Waktu Benar-Benar Ada

Ilmuwan Ciptakan 'Alam Semesta Mini' untuk Buktikan Waktu Benar-Benar Ada
Ilustrasi: Ilmuwan Ciptakan 'Alam Semesta Mini' untuk Buktikan Waktu Benar-Benar Ada
A A Ukuran Teks16px

Seorang fisikawan dari University of Birmingham, Giovanni Barontini, berhasil menciptakan 'alam semesta mini' untuk menyelidiki sifat dasar waktu.

Percobaan ini memberikan bukti eksperimental terkontrol pertama bahwa waktu dapat didefinisikan oleh perubahan dalam suatu sistem, bukan sebagai 'jam berdetik' eksternal.

>>> Prediksi Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Menang, Havertz Bikin Gol

Barontini membangun alam semesta mininya dari sekitar 24.000 atom rubidium yang didinginkan hingga sepersejuta derajat di atas nol mutlak.

Atom-atom tersebut membentuk kondensat Bose-Einstein, yaitu 'bubur' atom yang dikenal sebagai keadaan materi kelima.

Dalam kondisi ini, partikel kehilangan individualitasnya dan berperilaku seperti 'super-partikel' tunggal yang terpadu.

Zat tersebut kemudian dikurung dalam perangkap optik dipol yang membaginya menjadi dua sektor menggunakan penghalang dari persilangan dua sinar laser dengan frekuensi berbeda.

Hasilnya adalah sektor 'terang' yang diamati dan sektor 'gelap' yang tidak teramati, analog dengan materi gelap dan energi gelap di alam semesta kita.

Pergerakan atom menjadi jam berdasarkan aksi entropi, bukan jarum jam konvensional.

"Bagian sistem yang diamati bertukar atom dan entropi dengan bagian yang tidak diamati. Dari pertukaran entropi ini, kita mendefinisikan waktu internal, 'entropik'," jelas Barontini.

>>> Vinicius Bersinar di Piala Dunia, Ancelotti Tak Kaget

"Waktu ini meningkat ketika entropi dipertukarkan, dan berhenti ketika pertukaran entropi berhenti," imbuhnya.

Osilasi atom melintasi penghalang terjadi secara ritmis, mirip dengan siklus Big Bang yang diikuti Big Crunch.

Hal ini mendukung hipotesis bahwa alam semesta kita mungkin terus berputar tanpa henti.

Waktu secara alami muncul dari rangkaian peristiwa ini karena aliran entropi memiliki arah dan tidak berjalan mundur.

"Alam semesta mini tidak memerlukan parameter eksternal untuk mengatur peristiwa; aliran entropi internalnya sendiri menunjukkan peristiwa mana yang akan terjadi selanjutnya," kata Barontini.

Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang sifat waktu dalam gravitasi kuantum dan dapat digunakan untuk menggambarkan dinamika sama efektifnya dengan waktu konvensional.

>>> HUAWEI MatePad Mini Resmi di Indonesia, Lebih Ringan dari iPad Mini 7

Hasil studi telah diterbitkan di jurnal Physical Review Research.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru