Venezuela baru saja mengalami gempa bumi terbesar dalam lebih dari seabad.
Menurut Survei Geologi AS (USGS), peristiwa ini merupakan fenomena langka gempa ganda (doublet), di mana dua gempa besar terjadi hampir bersamaan.
>>> Jepang Hadapi Brasil di Babak Gugur Piala Dunia 2026, Netizen Antusias
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah utara Venezuela. Hanya 39 detik kemudian, gempa kedua dengan magnitudo 7,5 menyusul.
Raul Perez-Lopez, ilmuwan gempa dari Institut Geologi dan Pertambangan Spanyol, menjelaskan bahwa gempa ganda sangat destruktif karena energinya setara.
Berbeda dengan gempa tunggal yang diikuti gempa susulan yang lebih kecil.
Perdebatan di Kalangan Ilmuwan
Meski USGS menyebutnya gempa ganda, beberapa peneliti masih ragu.
Mereka berspekulasi bahwa data tambahan dalam beberapa hari ke depan bisa mengungkap bahwa peristiwa tersebut sebenarnya disebabkan oleh satu gempa besar.
Judith Hubbard, ilmuwan gempa dari Universitas Cornell, mengatakan mungkin butuh waktu berhari-hari atau lebih bagi seismolog untuk menyusun rentetan peristiwa tersebut.
Bahkan setelahnya, mereka mungkin belum punya kesimpulan pasti.
Gempa ganda memang langka, meskipun wilayah ini tidak asing dengan fenomena tersebut.
Pada September 2025, gempa ganda dengan magnitudo 6,2 dan 6,3 pernah melanda kawasan yang sama.
>>> MU Kembali Pinjamkan Andre Onana ke Trabzonspor
Hubbard menambahkan bahwa para ilmuwan belum benar-benar memahami patahan mana yang menghasilkan gempa ganda. Belum diketahui apakah ada jenis patahan tertentu yang memicu fenomena ini.
Data yang Ambigu
Karena rentetan gempa terjadi sangat cepat, mengonfirmasi adanya dua gempa bisa sulit jika hanya mengandalkan data awal. Hubbard menjelaskan ada beberapa kemungkinan penjelasan lain.
Denyut seismik pertama yang memicu gempa 7,2 bisa saja memicu efek domino ke denyutan lain yang kemudian membesar menjadi gempa susulan lebih kuat.