Misteri bola emas yang ditemukan di dasar laut Alaska pada 2023 akhirnya terpecahkan. Benda berwarna keemasan itu ternyata merupakan lapisan luar dari seekor anemon laut raksasa.
Objek tersebut pertama kali terlihat pada 30 Agustus 2023 oleh kendaraan bawah laut tanpa awak ROV Deep Discoverer milik NOAA Ocean Exploration.
>>> Guardiola Ungkap Syarat Spanyol Bisa Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Benda itu berada di Teluk Alaska pada kedalaman sekitar 3.300 meter.
Bentuknya seperti kubah berdiameter 10 sentimeter, menempel pada batu, dan memiliki lubang kecil di bagian bawah. Penampilannya yang aneh membuat para peneliti kebingungan saat itu.
Bahkan, salah seorang peneliti sempat berkomentar dalam siaran langsung, "Saya benar-benar tidak tahu benda apa itu.
Saya hanya berharap saat kita menyentuhnya, tidak ada sesuatu yang keluar dari dalamnya. Rasanya seperti awal film horor."
Spesimen kemudian diangkat menggunakan penyedot khusus dan dikirim ke Smithsonian National Museum of Natural History untuk diteliti.
Awalnya, para ilmuwan menggunakan DNA barcoding, tetapi hasilnya tidak meyakinkan karena sampel terkontaminasi materi genetik mikroorganisme.
Di bawah mikroskop, tidak ditemukan organ tubuh yang lazim.
Yang terlihat hanyalah lapisan serat tebal berisi spirocyst, sel penyengat khas kelompok Hexacorallia yang mencakup anemon laut dan karang batu.
Untuk memastikan identitasnya, tim menggunakan whole-genome sequencing.
Hasilnya menunjukkan DNA benda itu hampir identik dengan Relicanthus daphneae, spesies anemon laut raksasa yang hidup di kedalaman 2.400 hingga 4.400 meter.
>>> Resmi! Persija Rekrut Eks Bundesliga Kwon Chang-hoon, Dikontrak 2 Musim
Kesimpulannya, bola emas itu bukan hewan utuh atau telur, melainkan lapisan luar (cuticle) yang pernah menjadi bagian dasar tubuh anemon saat menempel di batu.
Setelah terlepas, lapisan itu tertinggal sementara anemonnya berpindah.
