⌂ Beranda News Adopsi AI di Sektor Keuangan Terhambat Shadow AI dan Infrastruktur

Adopsi AI di Sektor Keuangan Terhambat Shadow AI dan Infrastruktur

Adopsi AI di Sektor Keuangan Terhambat Shadow AI dan Infrastruktur
Ilustrasi: Adopsi AI di Sektor Keuangan Terhambat Shadow AI dan Infrastruktur
A A Ukuran Teks16px

Sektor layanan keuangan global berlomba mengadopsi kecerdasan buatan (AI), namun ambisi itu terbentur kesiapan infrastruktur, operasional, dan tata kelola internal.

Temuan ini terungkap dalam laporan tahunan Financial Sector Enterprise Cloud Index (ECI) kedelapan dari Nutanix, perusahaan komputasi hybrid multicloud.

>>> Menjelang Rilis GTA 6, Microsoft Justru Naikkan Harga Xbox Series

Ancaman Shadow AI

Fenomena shadow AI—penggunaan platform AI tanpa izin resmi perusahaan—menjadi ancaman keamanan masif.

Sebanyak 66% eksekutif IT melaporkan karyawan menggunakan layanan AI ilegal atau tidak berizin.

Sekitar 86% dari mereka menyadari praktik itu menimbulkan risiko bisnis dan keamanan signifikan.

in2

Birokrasi dan Infrastruktur Jadi Kendala

Birokrasi internal justru lebih menghambat daripada keterbatasan teknologi.

Perusahaan keuangan menghadapi kompleksitas proses, faktor organisasi, dan keterbatasan teknis saat meningkatkan skala AI.

Sebanyak 68% eksekutif mengakui infrastruktur internal (on-premises) belum siap menanggung beban kerja AI.

Akibatnya, 64% perusahaan bergantung pada penyedia pihak ketiga untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur.

>>> Irak Jadi Tim Terburuk di Piala Dunia 2026, Tanpa Poin dan Kebobolan 12 Gol

Muncul pula masalah sovereignty debt atau utang kedaulatan data.

Lembaga keuangan memegang data sensitif, sehingga 79% organisasi menjadikan kedaulatan data prioritas utama.

Ironisnya, 62% di antaranya masih menjalankan beban kerja berbasis kontainer di public cloud, memicu tumpukan utang kedaulatan data.

Kunci Sukses: Penyelarasan Infrastruktur dan Regulasi

Lembaga keuangan perlu menyelaraskan infrastruktur, tata kelola, dan proses operasional agar AI berjalan aman sesuai regulasi.

Jay Tuseth, Vice President & General Manager APJ di Nutanix, menegaskan persaingan kini bukan soal model AI paling canggih, melainkan kemampuan meningkatkan skala penerapan secara aman dan bertanggung jawab.

Pemenang adalah mereka yang berhasil menyelaraskan infrastruktur dengan tuntutan regulasi regional dan kedaulatan data melalui platform berbasis kontainer yang fleksibel.

>>> Persib Bandung Berpeluang Tikung Persija Jakarta dalam Perburuan Mariano Peralta

Riset global ECI kedelapan dilakukan pada November 2025 oleh Wakefield Research, melibatkan 1.600 eksekutif di bidang cloud, IT, dan engineering dari perusahaan dengan minimal 500 karyawan di 14 negara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru