Seorang pria di China dijatuhi hukuman penjara setelah pihak berwenang menemukan lebih dari 300 ular piton hidup di dalam apartemennya.
Kasus ini bermula pada Maret 2024 ketika seorang warga lanjut usia di Taizhou, Provinsi Zhejiang, melihat seekor ular besar di dekat kaki gunung setempat.
>>> Tanjung Verde Pantang Ciut Nyali Hadapi Argentina
Menurut South China Morning Post, pria tersebut melapor ke pihak berwenang setelah menyadari keberadaan reptil itu yang digambarkan sebesar lengan orang dewasa.
Penyelidik curiga hewan tersebut lepas dari penangkaran karena ular piton bukan satwa asli wilayah itu dan ular liar biasanya tidak aktif selama Maret.
Polisi kemudian berkonsultasi dengan peternak ular yang memberi tahu bahwa piton membutuhkan lingkungan hangat dan lembap secara konsisten untuk bertahan.
Informasi ini mendorong pihak berwenang meninjau catatan konsumsi listrik di daerah itu, karena peternak butuh daya besar untuk mempertahankan suhu 20 hingga 30 derajat Celsius.
Penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang pria bermarga Guo yang dilaporkan tinggal sendirian.
Pihak berwenang juga memantau pria lain bermarga Di yang sering mengunjungi apartemen tersebut dan mengambil paket berisi tikus putih yang dibeli online.
Para penjual memberi tahu penyelidik bahwa tikus-tikus itu biasa digunakan sebagai makanan reptil peliharaan.
Polisi kemudian menemukan unggahan media sosial yang diduga memperlihatkan ular-ular milik Guo beserta referensi penjualannya.
>>> Piala Dunia 2026: Spanyol Hampir Sempurna, Laju ke 16 Besar
Penyelidik juga mengungkap catatan yang menunjukkan bahwa Di telah menjual dua ekor piton kepada pembeli lain seharga 1.000 yuan.
Ketika petugas menggeledah apartemen Guo, mereka menemukan ruangan-ruangan yang dipenuhi tumpukan wadah plastik berisi ular.
Guo telah mengubah dua kamar tidur dan ruang tamu menjadi kandang reptil, sementara ia menaruh semua perabotannya di satu kamar tidur yang tersisa.