⌂ Beranda News UEFA Takkan Terapkan Prestianni Law di Liga Champions Musim Depan

UEFA Takkan Terapkan Prestianni Law di Liga Champions Musim Depan

UEFA Takkan Terapkan Prestianni Law di Liga Champions Musim Depan
Ilustrasi: UEFA Takkan Terapkan Prestianni Law di Liga Champions Musim Depan
A A Ukuran Teks16px

UEFA telah mengumumkan bahwa Prestianni Law tidak akan diterapkan di Liga Champions musim depan.

Keputusan ini diambil meskipun aturan tersebut lahir dari insiden yang terjadi di ajang antarklub elite Eropa tersebut pada musim lalu.

>>> AI Jadi Partner Kreatif Anak Muda, Bukan Sekadar Alat Instan

Prestianni Law adalah aturan baru yang berlaku di Piala Dunia 2026.

Aturan ini berpotensi memberikan kartu merah kepada pemain jika berbicara dengan lawan sambil menutup mulut dalam situasi konfrontatif.

Dua pemain telah menerima kartu merah akibat aturan ini di Piala Dunia 2026. Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador menjadi pemain yang terkena sanksi tersebut.

in2

Namun, UEFA menyatakan bahwa aturan ini tidak akan dipakai di kompetisi yang berada di bawah naungannya, termasuk Liga Europa dan Conference League di level klub, serta Piala Eropa dan UEFA Nations League di level timnas.

Induk sepak bola Eropa tersebut meminta wasit untuk menilai setiap kasus dengan seksama di lapangan.

Kartu kuning hanya akan diberikan jika pemain terbukti menutup mulut saat melontarkan ucapan yang tidak sportif.

UEFA juga menegaskan bahwa saran ini tidak mengurangi penyelidikan atau proses disiplin yang mungkin timbul akibat perilaku tersebut.

>>> Jadwal BWF World Tour 2026 Juli: Tiga Turnamen, Termasuk China Open Super 1000

Selain Prestianni Law, UEFA juga tidak akan memberikan kartu merah kepada pemain yang melakukan mogok bermain.

Namun, mereka akan mengadopsi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) untuk memeriksa tendangan sudut yang seharusnya menjadi tendangan gawang.

Prestianni Law bermula dari insiden antara Vinicius Junior dan Prestianni dalam laga playoff Liga Champions antara Benfica melawan Real Madrid pada Februari lalu.

Vinicius menuduh Prestianni mengejeknya dengan sebutan monyet sambil menutup mulut.

Prestianni membantah tuduhan tersebut dan mengaku hanya menyebut Vinicius seorang homo. Ia kemudian dihukum enam pertandingan, dengan tiga di antaranya ditangguhkan selama dua tahun.

Insiden ini menarik perhatian luas di dunia sepak bola.

>>> Luka Modric Akhiri Kiprahnya di Piala Dunia Usai Kekalahan Kroasia

FIFA memutuskan untuk menerapkan Prestianni Law agar pemain berbicara dengan mulut terbuka, terutama dalam situasi konfrontatif, demi memberantas serangan verbal bernuansa rasis dan seksis.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru