⌂ Beranda News Planet Berbatu di Zona Layak Huni Ditemukan 25 Tahun Cahaya dari Bumi

Planet Berbatu di Zona Layak Huni Ditemukan 25 Tahun Cahaya dari Bumi

Planet Berbatu di Zona Layak Huni Ditemukan 25 Tahun Cahaya dari Bumi
Ilustrasi: Planet Berbatu di Zona Layak Huni Ditemukan 25 Tahun Cahaya dari Bumi
A A Ukuran Teks16px

Sebuah planet berbatu ditemukan di zona layak huni di sekitar bintang katai merah, hanya berjarak 25 tahun cahaya dari Bumi.

Planet bernama GJ 3378b ini mengorbit bintang redup di konstelasi Camelopardalis.

>>> Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Mulai 5-8 Juli

Awalnya ditemukan tahun 2024 oleh astronom Prancis menggunakan teleskop di Mauna Kea, planet ini diukur memiliki massa 5,26 kali Bumi.

Namun, pengamatan ulang oleh tim dari University of California, Irvine menunjukkan massa sebenarnya hanya 2,3 kali Bumi, menjadikannya lebih mirip Bumi-super berbatu.

Periode orbit GJ 3378b juga diperbarui menjadi 21 hari, bukan 25 hari seperti perkiraan awal.

Ini berarti planet lebih dekat ke bintangnya dan berada di zona layak huni, di mana suhu memungkinkan air cair di permukaan jika atmosfer ada.

"Penemuan ini sangat menarik. Ini adalah salah satu tetangga kosmik terdekat kita," kata Paul Robertson dari University of California, Irvine.

Ia menambahkan bahwa dalam skala kosmik, planet ini seperti tetangga sebelah rumah.

GJ 3378b menerima sekitar 90% radiasi dari bintang induknya dibandingkan yang diterima Bumi dari Matahari. "Bumi-super ini mendapatkan sekitar 90% radiasi...

>>> Cabo Verde Bikin Argentina Senam Jantung, Menangkan Hati Netizen

jadi ia berada tepat di titik ideal," ujar Robertson.

Tantangan Radiasi dan Pencarian Tanda Kehidupan

Namun, bintang katai merah memuntahkan aliran radiasi berbahaya yang dapat mengikis atmosfer planet. Pertanyaan apakah GJ 3378b memiliki atmosfer masih belum terjawab.

Astronom harus menunggu hingga tahun 2040-an, ketika Habitable Worlds Observatory milik NASA diharapkan beroperasi, untuk memastikan keberadaan atmosfer.

"Tujuan utamanya tanda-tanda biologis. Kita sungguh ingin tahu, apa kita sendirian di alam semesta?"

kata Michael End dari University of Texas di Austin.

Meski menghadapi radiasi ekstrem, GJ 3378b berada di tepi zona yang diperkirakan terpapar radiasi, sehingga mungkin lolos dari dampak terburuk.

>>> Argentina Lolos Dramatis ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Tanjung Verde

Jika atmosfernya utuh, planet ini bisa menjadi target utama pencarian kehidupan di masa depan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM