⌂ Beranda News Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Tuduh Ada Risiko Keamanan

Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Tuduh Ada Risiko Keamanan

Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Tuduh Ada Risiko Keamanan
Ilustrasi: Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Tuduh Ada Risiko Keamanan
A A Ukuran Teks16px

Alibaba, perusahaan e-commerce raksasa asal China yang didirikan Jack Ma, melarang karyawannya menggunakan produk AI milik Anthropic untuk keperluan pekerjaan.

Larangan ini berlaku mulai 10 Juli 2026.

>>> Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Maroko 2-0

Kebijakan tersebut diambil karena Alibaba menganggap Claude Code dari Anthropic memiliki risiko keamanan tinggi. Perusahaan memasukkan software tersebut ke dalam daftar aplikasi berbahaya.

Langkah Alibaba ini merupakan respons atas tuduhan Anthropic yang menulis surat ke Senat AS. Dalam surat itu, Anthropic menuding Alibaba secara ilegal mengekstrak kemampuan AI miliknya.

Anthropic menyebut Alibaba melancarkan serangan distilasi terbesar yang pernah diketahui. Distilasi adalah metode pelatihan AI dengan memanfaatkan output dari model yang lebih kuat.

Ketentuan layanan Anthropic sebenarnya sudah melarang perusahaan China dan negara musuh lainnya menggunakan model AI mereka. Namun, Alibaba diduga mengakali aturan tersebut.

Karyawan Alibaba kini diwajibkan menghapus semua model dan produk agen Anthropic. Sebagai gantinya, mereka harus menggunakan asisten AI buatan sendiri bernama Qoder.

>>> Dan Burn: Kemenangan atas Meksiko Sia-sia jika Tak Kalahkan Norwegia

Baik Alibaba maupun Anthropic menolak memberikan komentar terkait pelarangan ini. Namun, isu ini memicu kecaman online di China terhadap Anthropic.

Beredar unggahan di Reddit dan GitHub yang mengungkapkan adanya kode tersembunyi dalam produk Anthropic. Kode itu dirancang untuk mendeteksi apakah pengguna berada di China.

Financial Times melaporkan Anthropic bergerak menutup celah yang memungkinkan perusahaan China mengakses Claude melalui negara ketiga.

Salah satu modusnya adalah menggunakan akun korporat via intranet yang terhubung ke Singapura.

>>> Malaysia Adopsi Sistem Pembayaran QR Terintegrasi ala QRIS Indonesia

Perusahaan induk TikTok, ByteDance, disebut tidak memfasilitasi akses ke Claude. Namun, mereka memberikan reimbursement bagi insinyur yang berlangganan pribadi dan mengakses layanan via VPN.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM