Pengapalan PC global tercatat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini terjadi akibat krisis memori global yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Laporan dari International Data Corporation (IDC) menyebutkan pengapalan PC global pada kuartal kedua 2026 turun hampir 5% menjadi 68,2 juta unit.
>>> Donald Trump Salah Ucap 'Republik Islam Jepang', Picu Meme Kocak
Angka ini berbanding terbalik dengan sembilan kuartal sebelumnya yang terus menunjukkan pertumbuhan pengiriman.
Dampak Krisis Chip AI dan Kenaikan Harga
Penurunan ini mulai terasa sejak akhir tahun 2025.
Kenaikan harga memori berubah menjadi krisis karena produsen memori lebih memprioritaskan produksi chip canggih untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
IDC memperkirakan krisis ini baru akan berakhir pada tahun 2028.
Menariknya, IDC menemukan bahwa meskipun pengiriman unit PC menurun, pendapatan produsen justru mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh vendor yang menaikkan harga lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan.
Peneliti IDC, Jitesh Ubrani, menyatakan bahwa kesenjangan antara unit dan dolar menjadi kisah sebenarnya, di mana pengiriman menurun namun pendapatan meningkat.
>>> Klopp Ungkap Upaya Mati-matian Liverpool untuk Rekrut Mbappe
Para produsen diperkirakan bersiap menghadapi kenaikan harga lebih lanjut hingga tahun 2027.
Ubrani memperkirakan penurunan permintaan akan semakin tajam menjelang akhir tahun.
Hal ini disebabkan menipisnya persediaan perangkat dan konsumen yang dihadapkan pada kenaikan harga yang lebih tinggi, yang berpotensi menghambat siklus upgrade.
Dari lima vendor PC teratas, hanya Apple yang berhasil mencatatkan pertumbuhan. Pertumbuhan ini sejalan dengan peluncuran MacBook Neo yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.
Apple mengapalkan lebih dari 600.000 Mac pada kuartal ini dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini mendongkrak pangsa pasar Apple dari 8,5% menjadi hampir 10%.
Meskipun demikian, Apple tidak sepenuhnya terhindar dari kenaikan harga RAM.
>>> De la Fuente: Belgia Akan Jadi Ujian Terberat Spanyol di Piala Dunia 2026
Perusahaan tersebut baru-baru ini menaikkan harga MacBook Neo dari USD 600 menjadi USD 700, sementara produk premium lainnya mengalami kenaikan yang lebih besar.

