⌂ Beranda News Pusat Data AI Meta Diduga Cemari Air dengan Bakteri Mematikan

Pusat Data AI Meta Diduga Cemari Air dengan Bakteri Mematikan

Pusat Data AI Meta Diduga Cemari Air dengan Bakteri Mematikan
Ilustrasi: Pusat Data AI Meta Diduga Cemari Air dengan Bakteri Mematikan
A A Ukuran Teks16px

Pusat data AI milik Meta di Wyoming, Amerika Serikat, menjadi sorotan karena diduga membuang limbah air yang terkontaminasi bakteri ke saluran pembuangan umum.

Insiden ini memaksa otoritas setempat untuk memperketat aturan pembuangan limbah air dari pusat data.

>>> Jangan Panik Battery Health iPhone Turun 1%, Pahami Dulu Indikator Ini

Menurut laporan Cowboy State Daily, Badan Utilitas Umum Cheyenne di Wyoming melarang pembuangan air limbah dengan metode 'fill-and-flush'.

Metode ini adalah proses di mana pusat data membanjiri sistem pendingin mereka dengan air sebelum dinyalakan untuk pertama kalinya.

Keputusan itu diambil setelah Goat Systems LLC, kontraktor pusat data yang terafiliasi dengan Meta, membanjiri saluran pembuangan umum dengan limbah air yang terkontaminasi bakteri mematikan bernama Cupriavidus gilardii.

Goat Systems dinyatakan telah melakukan pelanggaran signifikan terhadap peraturan limbah industri di Cheyenne setelah penyelidikan berbulan-bulan yang melacak sumber bakteri tersebut ke limbah dari Meta.

"Begitu kami mengetahui keberadaan bakteri tersebut, dan kemudian dari mana asalnya, kami segera menutupnya," kata Frank Strong dari Badan Utilitas Umum Cheyenne.

Strong mengatakan bakteri itu pertama kali terdeteksi saat pengujian rutin untuk kontaminasi tinja.

Cupriavidus gilardii adalah bakteri yang resisten terhadap berbagai obat dan infeksi ke manusia sangat langka, namun dikaitkan dengan 10 kematian.

>>> Trio Gebrak Bulutangkis RI: Alwi, Raymond, dan Joaquin Saling Pacu Prestasi

Menurut salah satu tinjauan kasus, infeksi bakteri ini memiliki tingkat kematian 31,3% dari sampel 32 infeksi yang diketahui sejak tahun 2009.

Sumber pasti bakteri tersebut masih belum diketahui, tetapi air limbah dari pusat data AI Meta seluas 74.000 meter persegi di Cheyenne tetap mengandung bakteri tersebut.

Sistem saluran pembuangan Cheyenne mengalir ke pusat pengolahan air limbah yang memasok air untuk taman dan ruang hijau.

Khawatir air terkontaminasi dipakai untuk irigasi, Cheyenne menutup sementara program pengolahan air limbah untuk pengujian lebih lanjut.

"Kekhawatiran kami dengan sistem penggunaan kembali air limbah adalah kami mengubahnya menjadi aerosol, yang kami semprotkan ke rumput, dan itu meningkatkan risiko masalah kesehatan," ujar Strong.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Meta mengatakan pihaknya sudah langsung mengambil tindakan dan meminta mitra kontraktornya Fortis untuk mengatasi masalah ini.

>>> Prediksi Spanyol vs Belgia: La Furia Roja Diunggulkan Menang

"Meta berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik di Cheyenne, termasuk lewat perlindungan sumber air setempat, dan akan terus mendorong kolaborasi antara Fortis dengan dewan sampai situasi ini terselesaikan," ujar juru bicara Meta.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM