⌂ Beranda News China Berhasil Daratkan Roket untuk Dipakai Lagi, Susul SpaceX

China Berhasil Daratkan Roket untuk Dipakai Lagi, Susul SpaceX

China Berhasil Daratkan Roket untuk Dipakai Lagi, Susul SpaceX
Ilustrasi: China Berhasil Daratkan Roket untuk Dipakai Lagi, Susul SpaceX
A A Ukuran Teks16px

China berhasil menerbangkan roket Long March ke orbit dan mendaratkan boosternya agar bisa dipakai lagi. Dengan pencapaian ini, China menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang berhasil melakukannya.

Roket Long March-10B meluncur dari pusat peluncuran di Hainan pada Jumat (10/7) siang untuk membawa satelit ke orbit.

>>> Pemain Timnas Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal di Usia 25 Tahun

Sekitar enam menit setelah booster dan second stage roket memisahkan diri, booster kembali ke Bumi dan mendarat secara vertikal.

Demonstrasi ini menunjukkan bahwa China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) mulai menyamai kemampuan SpaceX yang sudah berkali-kali menerbangkan dan mendaratkan booster roketnya.

Sistem roket yang dapat dipakai kembali ini dapat menurunkan biaya peluncuran ke luar angkasa dan mempercepat prosesnya.

CASC mengatakan akan kembali menggunakan booster roket tersebut untuk penerbangan lain pada akhir tahun ini.

CASC menggunakan sistem jaring yang direntangkan di atas kerangka besar di atas kapal untuk menangkap roket yang turun.

Stasiun televisi nasional China CCTV mengatakan ini adalah sistem pendaratan roket berbasis jaring pertama di dunia.

Sebuah menara tinggi menjadi jangkar sistem jaring, sedangkan sensor seperti LiDAR melacak jalur dan sudut jatuhnya booster roket secara real time.

>>> Pemenang Prancis vs Spanyol Diprediksi Juara Piala Dunia 2026

Video yang diunggah China News Service menunjukkan booster ini turun perlahan sampai mesinnya mati dan berdiri tegak di tengah laut.

Mekanisme ini berbeda dengan yang dipakai SpaceX. Roket Falcon 9 milik SpaceX mengandalkan kaki pendaratan yang bisa dilipat untuk menstabilkan posisi booster saat pendaratan.

SpaceX juga mengembangkan sistem pendaratan baru untuk booster roket Starship yang ukurannya lebih besar.

Perusahaan Elon Musk itu belum lama ini menguji coba lengan mekanik raksasa untuk menangkap booster di udara.

China bermimpi menjadi kekuatan antariksa pada tahun 2030, dan kemampuannya untuk menggunakan roket berkali-kali adalah kunci dari target tersebut.

Saat ini peluncuran roket China masih jauh tertinggal dari AS. Tahun lalu, AS menerbangkan 193 peluncuran ke orbit, dan China hanya meluncurkan 92 percobaan.

Chen Muye dari CASC mengatakan penerbangan pertama ini menandai terobosan dalam roket yang dapat digunakan kembali dengan biaya rendah dan daya angkut yang besar untuk meningkatkan daya saing negara di ruang angkasa komersial.

>>> Inggris vs Norwegia di Perempatfinal Piala Dunia 2026, Duel Kane vs Haaland

Ia menambahkan teknologi ini juga akan mendukung program roket berawak China di masa depan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM