OnePlus mengonfirmasi akan meninggalkan pasar Amerika Serikat dan Eropa. Vendor ponsel asal China itu tidak akan meluncurkan produk baru lagi di dua kawasan tersebut.
Oppo, perusahaan induk OnePlus, menyatakan perangkat OnePlus yang ada saat ini akan beralih ke ColorOS untuk pembaruan di masa mendatang.
>>> Argentina Main Kasar, Dua Legenda Serie A Italia Mengecam
Oppo juga menjamin dukungan dan garansi untuk produk yang sudah beredar.
"Pembaruan software dan dukungan purna jual akan tetap dijamin," ujar Senior PR Manager Oppo di Eropa James Paterson kepada The Verge, Jumat (17/7/2026).
Oppo tidak memberikan rincian bagaimana mereka akan memenuhi perjanjian dukungan dan garansi di AS, di mana mereka tidak memiliki kehadiran fisik.
Di Eropa, Oppo akan terus menjual ponsel dan produk lainnya.
Untuk mendukung pemilik ponsel, perangkat OnePlus yang menjalankan OxygenOS akan beralih ke ColorOS dalam beberapa bulan ke depan.
>>> Tuchel: Tak Ada Pemain yang Mau Mainkan Laga Perebutan Tempat Ketiga
CEO Oppo Eropa Elvis Zhoy menambahkan pengguna bisa kembali ke OxygenOS, tetapi kemungkinan tidak akan menerima pembaruan.
Terkait masa depan OnePlus secara global, Zhoy menolak berkomentar soal negara lain yang masih menjadi pasar.
Bloomberg sebelumnya melaporkan OnePlus akan meninggalkan India dan pasar lain kecuali China pada 2027.
Perwakilan Oppo Nicole Okpokiri hanya mengonfirmasi peta jalan produk OnePlus di China tidak berubah.
Ia juga menyebut Realme, sub-brand Oppo, akan fokus ke pasar internasional dan tidak meluncurkan produk baru di China.
>>> NASA Temukan Laut Bercahaya Misterius yang Membingungkan Ilmuwan
OnePlus saat ini mempersiapkan peluncuran flagship terbaru, OnePlus 16. Namun belum jelas apakah ponsel itu akan dirilis di luar China.
