⌂ Beranda News Misteri 24 Lidah Emas di Makam Kuno Mesir Akhirnya Terungkap

Misteri 24 Lidah Emas di Makam Kuno Mesir Akhirnya Terungkap

Misteri 24 Lidah Emas di Makam Kuno Mesir Akhirnya Terungkap
Ilustrasi: Misteri 24 Lidah Emas di Makam Kuno Mesir Akhirnya Terungkap
A A Ukuran Teks16px

Para arkeolog di Mesir menemukan 24 lidah emas yang diletakkan di mulut jenazah dalam 18 makam kuno di Marina el-Alamein, sekitar 100 kilometer di barat Alexandria.

Makam-makam tersebut berasal dari periode Ptolemaik (322-30 SM) hingga Romawi (30 SM-395 M), saat budaya Mesir, Yunani, dan Romawi saling memengaruhi.

>>> Final Japan Open 2026: Fajar/Fikri Tantang Kim/Seo

Lidah emas berbentuk amulet tipis itu sengaja ditempatkan di mulut mumi agar arwah dapat berbicara saat diadili oleh Osiris, dewa kematian Mesir kuno.

Dalam kepercayaan Mesir kuno, emas dianggap sebagai "daging para dewa", sehingga lidah emas dipercaya memberi kemampuan kepada orang mati untuk mengucapkan doa atau menjawab pertanyaan di alam baka.

Temuan Lain di Kompleks Makam

Selain lidah emas, arkeolog menemukan peti mati granit raksasa sepanjang hampir 2,5 meter yang masih berisi kerangka manusia, serta altar persembahan dari batu kapur berbentuk 'pintu palsu'.

Pintu palsu dalam tradisi Mesir kuno merupakan simbol jalur bagi arwah untuk keluar-masuk antara dunia orang hidup dan alam baka.

Penggalian juga menghasilkan patung dewi Yunani Aphrodite, patung batu kapur seorang pria memegang burung, patung sphinx dari plester, amphora, lampu minyak, piring, bejana batu, dan pecahan tembikar.

Kehadiran artefak tersebut menunjukkan kuatnya perpaduan budaya Mesir dan Yunani pada masa itu.

>>> Hasil Prancis Vs Inggris: Tiga Singa Menang 6-4, Raih Peringkat 3 Piala Dunia

Sebelas makam dipahat jauh ke dalam batuan hingga kedalaman sekitar delapan meter, sementara tujuh lainnya dibangun lebih dekat ke permukaan menggunakan batu kapur.

Perbedaan bentuk makam diperkirakan mencerminkan perbedaan status sosial masyarakat di kota pelabuhan kuno tersebut sekitar dua milenium lalu.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menyebut penemuan ini memperlihatkan bagaimana tradisi pemakaman Mesir tetap dipertahankan meski berada di bawah pengaruh Yunani dan Romawi.

"Penemuan ini mencerminkan perpaduan unik antara tradisi pemakaman Mesir kuno dengan pengaruh Yunani-Romawi yang berkembang di kawasan pesisir Mediterania," demikian keterangan resmi kementerian, dikutip dari The Daily Galaxy.

Para arkeolog masih akan menganalisis kerangka manusia, peti granit, dan artefak lain untuk mengungkap identitas penghuni makam serta kehidupan masyarakat di Marina el-Alamein sekitar 2.000 tahun lalu.

>>> Piala Dunia: Inggris Hancurkan Prancis 4-0 di Babak Pertama

Temuan ini diharapkan memberikan gambaran baru mengenai praktik pemakaman dan kepercayaan masyarakat Mesir pada masa transisi antara kekuasaan Ptolemaik dan Romawi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM