⌂ Beranda News Yan Diomande: Dari Mencuri Kentang Hingga 'Mencuri' Panggung Real Madrid

Yan Diomande: Dari Mencuri Kentang Hingga 'Mencuri' Panggung Real Madrid

Yan Diomande: Dari Mencuri Kentang Hingga 'Mencuri' Panggung Real Madrid
Ilustrasi: Yan Diomande: Dari Mencuri Kentang Hingga 'Mencuri' Panggung Real Madrid
A A Ukuran Teks16px

Nama Yan Diomande kini tengah menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Pemain muda berusia 19 tahun ini dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan raksasa Spanyol, Real Madrid.

Perjalanan Diomande menuju panggung internasional tidaklah mudah. Ia pernah mengalami masa-masa sulit, bahkan terpaksa mencuri kentang dan jagung untuk bertahan hidup.

>>> Kucing Jadi Kurir Narkoba di Rusia, Fotonya Viral

Perjalanan Karier yang Mengejutkan

Diomande baru benar-benar menunjukkan sinarnya dalam satu musim terakhir. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub Spanyol, Leganes, pada musim 2024/2025.

Selanjutnya, ia dibeli oleh RB Leipzig dengan nilai transfer 20 juta Euro.

Di klub Jerman inilah performanya bersinar terang, mencetak 12 gol dan delapan assist dalam 12 penampilan di Bundesliga musim 2025/2026.

Catatan impresif tersebut mengantarkannya meraih gelar Rookie of The Year.

Kini, Real Madrid dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk merekrutnya dengan nilai transfer yang diperkirakan melebihi 100 juta Euro, menjadikannya salah satu pemain muda termahal di dunia.

Perubahan drastis ini tentu tak terduga bagi Diomande. Ia pernah berjuang keras mencari klub setelah merantau sendirian ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan akademi DME.

Uji coba di berbagai klub Eropa seperti Chelsea, Rangers, Olympiakos, dan Crystal Palace tidak membuahkan hasil. Tim-tim B di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat pun tidak menginginkannya.

>>> Uji Pengetahuanmu: Seberapa Jauh Mengenal Dewa-Dewi Yunani?

Ia sempat kembali ke Afrika dengan kekecewaan sebelum takdir membawanya ke Leganes, mengubah jalan hidupnya.

Diomande, yang berasal dari keluarga sederhana, kini mulai mencuri perhatian dunia sepak bola.

Dulu ia bermimpi menjadi seperti Cristiano Ronaldo, bahkan menggambar sendiri nama dan nomor punggung idolanya di jersey palsu.

Kini, ia menapaki jalan yang sama dengan CR7.

Namun, di balik gemerlap kariernya, Diomande menyimpan duka mendalam atas meninggalnya sang adik, Roxanne, tak lama setelah debutnya bersama Leganes.

Kepergian adiknya memukulnya telak, mengurangi makna impian materi seperti mobil mewah dan rumah besar.

>>> Indonesia Cari Wakil ke Final Internasional Power Race di Bangkok

Bagi Diomande, sepak bola kini menjadi alat untuk membuktikan keyakinan adiknya bahwa ia memiliki potensi lebih baik dari pemain bintang sekalipun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM