⌂ Beranda News Waspada Ubur-ubur Botol Biru Beracun di Pantai Sanur

Waspada Ubur-ubur Botol Biru Beracun di Pantai Sanur

Waspada Ubur-ubur Botol Biru Beracun di Pantai Sanur
Ilustrasi: Waspada Ubur-ubur Botol Biru Beracun di Pantai Sanur
A A Ukuran Teks16px

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk berhati-hati terhadap kemunculan ubur-ubur botol biru atau blue bottle jellyfish di Pantai Segara Ayu, Sanur.

Ubur-ubur jenis ini diketahui beracun dan dapat menyebabkan rasa gatal jika tersengat.

>>> Sam Altman Sebut AI Capai Singularitas, Pakar Berbeda Pendapat

Menurut BPBD Kota Denpasar, ubur-ubur ini lazim muncul antara bulan Juli hingga September. Kemunculannya disebabkan oleh angin kencang yang menyeretnya ke pesisir pantai.

Jika menemukan ubur-ubur ini, wisatawan diimbau untuk tidak berenang atau berendam di area tersebut.

Pada Selasa (28/7/2026), sejumlah ubur-ubur botol biru terlihat di pinggir Pantai Segara Ayu, Sanur.

Mengenal Ubur-ubur Botol Biru

Ubur-ubur botol biru memiliki nama latin Physalia physalis. Julukan 'botol biru' berasal dari warna kebiruan pada badannya yang berbentuk silindris.

Tubuh utamanya kenyal dan lembut, dilengkapi pelampung berbentuk kipas berisi udara yang menonjol keluar.

Garis merah muda memanjang melintang di tengahnya, sementara tentakel panjang menjulur di bawah bagian utama tubuhnya.

Kantung udara ini berfungsi menjaga mereka tetap mengapung di permukaan air. Pelampung berbentuk kipas dapat terlihat keluar saat mereka bergerak naik turun mengikuti gelombang.

>>> Klasemen Piala AFF: Malaysia Puncaki Grup B Usai Kalahkan Laos 3-0

Meskipun disebut ubur-ubur, Physalia physalis secara teknis bukanlah ubur-ubur. Mereka adalah zooid atau koloni individu yang saling membutuhkan untuk bertahan hidup.

Kelompok besar ubur-ubur botol biru sering terdampar di pantai saat air pasang dan dapat terlihat di perairan dangkal maupun di pasir.

Sengatan ubur-ubur botol biru kerap terjadi karena mereka cenderung berada di perairan dangkal yang sering digunakan untuk berenang.

Ubur-ubur botol biru dikategorikan sebagai hewan berbisa karena mampu menyuntikkan neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Hewan ini tersebar luas di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia, serta umumnya ditemukan di laut hangat di sekitar khatulistiwa.

Karena tubuhnya yang mudah hancur jika lingkungan terlalu keras, umur ubur-ubur botol biru cenderung tidak panjang, rata-rata hingga satu tahun, namun bisa lebih pendek.

Reproduksi terjadi melalui broadcast spawning, di mana koloni melepaskan telur atau sperma ke air.

>>> Yan Diomande Diyakini Akan Bersinar di Real Madrid

Gamet ini kemudian hanyut dan menyatu dengan gamet dari koloni lain untuk membentuk zooid individu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM