⌂ Beranda News FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Targetkan Pendapatan Lebih Besar
News

FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Targetkan Pendapatan Lebih Besar

Ilustrasi penjualan saham Piala Dunia oleh FIFA
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Targetkan Pendapatan Lebih Besar
A A Ukuran Teks16px

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dikabarkan tengah merancang skema untuk menjual saham Piala Dunia. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan berencana menggandeng asosiasi anggota FIFA serta pihak ketiga sebagai pemegang saham.

Sebuah perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) akan dibentuk sebagai wadah pelaksana program ini, dengan pengawasan langsung dari FIFA.

Selain itu, FIFA juga akan bekerja sama dengan investor swasta global yang dipimpin oleh perusahaan AS, Thrive Eternal.

Namun, perlu dicatat bahwa investor swasta yang dimaksud adalah lembaga keuangan atau investor strategis, bukan masyarakat umum atau investor ritel.

Modal awal yang dibutuhkan bagi para pemegang saham diperkirakan mencapai USD 4 juta atau sekitar Rp 72 miliar.

FIFA menegaskan bahwa saham yang dijual hanya bersifat minoritas.

Keuntungan yang dihasilkan dari penjualan saham ini rencananya akan disalurkan oleh FIFA kepada negara-negara anggota asosiasi.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program pengembangan sepak bola, mulai dari pembinaan usia dini hingga perbaikan infrastruktur stadion.

Gianni Infantino menyatakan bahwa popularitas sepak bola telah bertransformasi menjadi nilai komersial yang luar biasa.

Ia menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan sepak bola secara berkelanjutan dan inklusif di seluruh penjuru dunia.

Ajang Piala Dunia sendiri terus menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan.

Edisi 2026 diproyeksikan meraup keuntungan sebesar USD 15 miliar, naik dari USD 7,5 miliar pada edisi 2022.

Namun, rencana penjualan saham Piala Dunia ini tidak luput dari kritik.

UEFA secara terbuka menyatakan keberatan atas langkah FIFA yang dianggap 'kelewat batas' dalam mengkomersialkan ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.

📰 Update Terbaru