PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan laba bersih dua kuartal beruntun.
Dalam rilis laporan keuangan Rabu (29/7/2026), perusahaan induk Gojek dan GoPay ini mengungkapkan ekosistem yang kuat dan lini bisnis yang saling menopang menjadi kunci pencapaian tersebut.
>>> Enzo Fernandez dan Mac Allister Sewa Tim Keamanan Usai Balik ke Inggris
GoTo membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, setelah sebelumnya meraih laba bersih Rp171 miliar di kuartal I-2026.
GTV inti grup tumbuh 83% year-on-year (YoY) menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih naik 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut pencapaian ini menunjukkan kekuatan ekosistem GoTo yang terdiri dari bisnis Fintech GoPay dan On-demand Services (Gojek).
Kinerja Fintech dan On-demand Services
Bisnis Fintech GOTO tumbuh pesat dengan volume transaksi tembus 2,4 miliar atau naik 91% YoY. EBITDA yang disesuaikan Fintech mencapai Rp481 miliar, naik 447% YoY.
"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat.
Bisnis Fintech kami kini profitabilitasnya melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami," ujar Hans dalam siaran pers.
Di sisi lain, bisnis On-demand Services mencatat EBITDA yang disesuaikan Rp464 miliar, meningkat 41% YoY, didorong pendapatan bersih Rp3,6 triliun.
>>> Jawa Tengah Juara Umum Kejurnas Panahan Junior 2026
Segmen delivery (GoFood dan GoSend) margin naik menjadi 2,1% dari 1,8%, sementara segmen mobility (GoRide dan GoCar) margin naik menjadi 5,0% dari 3,0%.
Meski kedua bisnis tumbuh, GoTo menyebut struktur komisi baru pemerintah untuk layanan angkutan roda dua akan berdampak pada kontribusi bisnis On-demand Services.
