Roberto Mancini, pelatih baru Timnas Italia, mengakui bahwa tidak semua pihak senang dengan kembalinya ia menukangi Gli Azzurri.
Namun, ia bertekad mengubah pandangan negatif tersebut menjadi dukungan.
>>> Kanker Langka Menular Antar Ikan Lele Ditemukan, Apakah Berbahaya bagi Manusia?
Pernyataan itu disampaikan Mancini dalam jumpa pers pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai allenatore pekan ini. Ia hadir bersama presiden FIGC Giovanni Malago dan direktur teknik Claudio Ranieri.
Penunjukan kembali Mancini, yang pernah melatih Italia pada 2018-2023, menuai tanda tanya. Meski sukses memenangi Piala Eropa 2020, ia gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2022.
Pengunduran dirinya pada 2023 juga kontroversial setelah berselisih dengan presiden FIGC saat itu, Gabriele Gravina. Tak lama kemudian, ia menerima tawaran melatih Arab Saudi dengan gaji tinggi.
Permintaan Maaf dan Target Baru
Mancini sadar akan banyak pertanyaan soal masa lalunya. Ia langsung memberi penjelasan sebelum para jurnalis bertanya.
"Apa yang terjadi tiga tahun lalu disebabkan kurangnya komunikasi antara presiden Gravina dan saya. Jika kami bertatap muka langsung, situasinya akan berbeda," ujarnya pada Rabu (29/7/2026).
"Timnas sangatlah penting, dan itu rasanya seperti kehilangan kekasih hati. Itu berarti Anda telah melakukan kesalahan.
>>> Welbeck ke Chelsea, Neville Sesali Keputusan MU
Terlepas dari kesuksesan yang diraih, Anda jelas telah berbuat salah," tambahnya.
Mancini meminta maaf atas segala yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Namun, ia bersyukur karena takdir dan Malago memberinya kesempatan kedua.
"Saya akan mencoba membawa timnas kembali ke tempat yang seharusnya. Saya ingin menurunkan tim yang mampu melakukan apa yang kami lakukan pada 2021 (juara Piala Eropa).
Skuadnya ada, bakatnya ada dan masih muda, jadi misi kami adalah bermain sepak bola yang bagus dan positif," tegasnya.
Mancini menyadari akan ada yang menentang dirinya.
>>> FIFA Mulai Proses Disiplin Argentina soal Bendera Malvinas dan Ricuh Final Piala Dunia
"Saya akan mencoba agar tim tampil bagus sehingga mereka yang berseberangan akan kembali jatuh cinta dan mungkin memaafkan saya atas segala yang terjadi," pungkasnya.
