FIFA menuai kecaman atas rencana menjual saham turnamen besarnya, termasuk Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino merespons dengan janji dana besar.
FIFA sebelumnya mengungkap rencana membentuk badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Badan ini akan menangani penjualan saham kepada investor swasta dan anggota FIFA.
>>> Trump dan Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Pusat Nuklir Bawah Tanah
Setiap anggota FIFA akan menjadi pemegang saham bersama investor dari lembaga keuangan global. Namun, rencana ini langsung dikecam banyak pihak, termasuk UEFA.
Kritik muncul karena menjual saham Piala Dunia berarti menjadikannya aset investor. Hal ini dikhawatirkan membuat turnamen semakin berorientasi keuntungan.
Pertanyaan lain adalah bagaimana memastikan investor tidak memengaruhi keputusan terkait Piala Dunia. FIFA menegaskan investor tak punya kendali atas urusan sepakbola, tapi jaminan itu diragukan.
Kekhawatiran juga mencakup jadwal sepakbola yang kian padat dan mengancam pemain, serta keterbukaan finansial. Sejumlah anggota FIFA menyoroti minimnya konsultasi soal rencana ini.
Infantino Janjikan Dana Pengembangan
Menanggapi kritik, Gianni Infantino menjanjikan dana pengembangan sepakbola sebesar 40 juta dolar AS (sekitar Rp 723,2 miliar) untuk seluruh 211 anggota FIFA.
>>> Agen AI Bobol Sistem, Bos OpenAI Temui Senator AS
Langkah ini dinilai sebagai upaya jual-beli suara menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.
Presiden LaLiga Javier Tebas mengecam keras langkah tersebut. "Ini tidak terlihat seperti reformasi.
Ini seperti kampanye pemilihan yang didanai dengan masa depan sepakbola," ujarnya.
Tebas menambahkan bahwa dana pengembangan tidak boleh digunakan untuk membeli atau membungkam suara. "Siapapun yang mencampur politik, disiplin, uang, dan kekuasaan tanpa transparansi tak bisa memimpin apapun.
>>> Rian/Daniel Debut Manis di Taipei Open 2026
Infantino itu masalahnya," cetusnya.
