Microsoft mengumumkan rencana ambisius untuk menyatukan berbagai kemampuan kecerdasan buatan (AI) Copilot ke dalam satu aplikasi super.
Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan ekosistem AI yang selama ini dinilai terfragmentasi.
>>> Eddie Howe Mundur, Bruno Guimaraes Makin Dekat ke Arsenal?
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa aplikasi baru ini akan mengintegrasikan fitur chat, asisten pemrograman untuk coding, fitur kolaborasi Cowork, hingga kemampuan agen otonom Autopilot dalam satu antarmuka tunggal.
Selama ini, pengguna seringkali dihadapkan pada kebingungan memilih antara aplikasi Copilot standar atau versi yang terintegrasi dalam produk seperti Microsoft Office.
Konsolidasi Menuju Platform Tunggal
Aplikasi super ini ditargetkan untuk meluncur pada akhir tahun ini, melayani segmen konsumen maupun komersial.
Laporan internal menyebutkan adanya tombol sederhana untuk beralih antara akun pribadi dan akun kerja Microsoft 365.
>>> Kim Sang-sik: Fokus Vietnam di Piala AFF 2026 adalah Singapura, Bukan Indonesia
Di sisi komersial, Nadella mencatat lebih dari 30 juta pekerja telah menggunakan langganan berbayar Microsoft 365 Copilot, dengan tingkat percakapan pengguna yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah konsolidasi Microsoft ini sejalan dengan tren yang sama di industri teknologi.
Pesaing terdekatnya, OpenAI, baru saja merilis ChatGPT Work yang menggabungkan percakapan ChatGPT dengan teknologi agen pemrograman Codex.
ChatGPT Work ditenagai oleh model AI terkuat OpenAI, GPT-5.6, dan dirancang untuk mengeksekusi tugas kompleks lintas aplikasi tanpa meninggalkan jendela obrolan, seperti mengelola email, menelusuri web, hingga membuat presentasi.
>>> Telkomsel dan China Telecom Jajaki Solusi Digital 5G, AI, IoT, ICT
Tren super app AI ini mengindikasikan pergeseran citra asisten AI dari sekadar alat chatting menjadi platform pusat produktivitas untuk pekerjaan profesional.
