Indonesia ternyata memiliki sejumlah teknologi yang akhirnya membuat negara lain tertarik untuk mencontek dan mengadopsinya di negara mereka masing-masing.
Contoh paling besar adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Di Indonesia, sistem QRIS sudah lebih dahulu diperkenalkan pada 2019.
>>> Bosan Hidup di Bumi? NASA Cari Relawan untuk Tinggal di 'Mars'
Hal ini menjadikan RI sebagai pelopor sistem pembayaran yang terintegrasi menjadi satu. Tak cuma QRIS, ada tiga terobosan lain dari Indonesia yang mendunia.
QRIS
Malaysia baru saja mengadopsi sistem pembayaran serupa QRIS buatan Indonesia.
Informasi ini berdasarkan aturan Bank Sentral Malaysia yang menghapus jaringan pembayaran QR milik setiap penyedia secara bertahap selama dua tahun ke depan.
Kemudian, sistem ini akan menjadi satu pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung (interoperable). Di Negeri Jiran, sistem ini disebut dengan Real-time Retail Payments Platform.
Sistem ini mendukung DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Platform ini dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).
Sebelum Malaysia, Singapura sudah lebih dulu meniru sistem pembayaran ala QRIS.
Per pertengahan 2026, QRIS sudah digunakan lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia.
QRIS juga telah digunakan lintas negara seperti Singapura, Malaysia, sampai Thailand. Baru-baru ini, QRIS sudah bisa dipakai di China.
Sosrobahu
Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati adalah nama penemu dari Sosrobahu. Teknologi ini diadopsi banyak negara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.
>>> Argentina Siap Berjuang Hingga Tetes Keringat Terakhir di Semifinal Piala Dunia 2026
Bahkan para insinyur dari Jepang dan Amerika Serikat sempat datang langsung untuk mempelajari metode ini.
Singkatnya, sosrobahu ialah teknologi konstruksi untuk membangun jalan layang tanpa harus mengganggu arus lalu lintas di bawahnya.

