⌂ Beranda News MotoGP 2026: Lima Rider Teratas Hanya Terpaut 24 Poin di Paruh Musim

MotoGP 2026: Lima Rider Teratas Hanya Terpaut 24 Poin di Paruh Musim

MotoGP 2026: Lima Rider Teratas Hanya Terpaut 24 Poin di Paruh Musim
Ilustrasi: MotoGP 2026: Lima Rider Teratas Hanya Terpaut 24 Poin di Paruh Musim
A A Ukuran Teks16px

Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki paruh musim kedua dengan persaingan yang semakin ketat.

Setelah 11 seri berlangsung, belum ada pebalap yang mampu mendominasi klasemen.

>>> Barcelona Incar Joao Pedro, Chelsea Siapkan Kontrak Baru dengan Gaji Fantastis

Lima rider teratas hanya dipisahkan selisih 24 poin, menjadi rekor persaingan terketat pada era modern setelah 11 Grand Prix.

Delapan pebalap teratas di klasemen bahkan hanya terpaut 65 poin.

Satu kemenangan Grand Prix berpotensi mengubah peta perebutan gelar secara drastis.

Jorge Martin Masih Memimpin, tapi Belum Aman

Jorge Martin masih memimpin klasemen sementara berkat konsistensinya sepanjang musim.

Namun, keunggulannya belum aman karena Ai Ogura terus membayangi dengan selisih hanya 14 poin.

Di belakang keduanya, Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Pedro Acosta juga masih dalam jangkauan.

Dengan selisih yang sangat tipis, peluang kelima pebalap tersebut untuk menjadi juara dunia masih sama-sama terbuka.

Marc Marquez Bangkit Setelah Cedera

Marc Marquez sempat kehilangan banyak poin setelah absen di MotoGP Prancis dan Catalunya karena operasi cedera kaki serta gangguan saraf di bahu kanannya.

>>> Atari dan Universal Pictures Siap Garap 10 Film Adaptasi Game Ikonik

Sejak kembali membalap di Mugello, Marquez tampil impresif.

Dari total 185 poin yang tersedia sejak comeback, ia mengoleksi 133 poin, menjadi pebalap dengan perolehan poin terbanyak pada periode tersebut.

Dominasi Pabrikan Nyaris Tak Terlihat

Aprilia sempat membuka musim dengan meyakinkan melalui Marco Bezzecchi, tetapi kehilangan momentum setelah gagal meraih poin dalam empat balapan utama beruntun.

Kondisi itu membuka kembali persaingan di papan atas.

Konsistensi menjadi faktor penentu dalam era Sprint Race.

Pebalap harus rutin mengumpulkan poin di Sprint karena setiap akhir pekan menyediakan poin lebih banyak.

Situasi ini mengingatkan pada MotoGP 2024 ketika Francesco Bagnaia memenangi lebih banyak balapan Grand Prix, tetapi gagal menjadi juara dunia karena kalah konsisten dibanding Jorge Martin.

Dengan 11 seri tersisa, belum ada pebalap yang mampu menciptakan jarak aman.

>>> Mengintip Gua Terbesar Dunia yang Punya Cuaca Sendiri

Selisih 24 poin di antara lima besar membuat perebutan gelar MotoGP 2026 diprediksi berlangsung hingga seri-seri terakhir.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM