Pangeran Harry dan Duchess Meghan Markle menegur Elon Musk soal teknologi yang menjadi ancaman bagi anak-anak di bawah umur.
Dalam tulisan di website resmi mereka berjudul 'Can we all agree technology should not enable predators to target children?'
>>> Piala Presiden Mulai Tahun Depan untuk Timnas Indonesia, Bukan Klub
, mereka mempertanyakan raksasa teknologi yang dianggap lebih mementingkan profit ketimbang keselamatan anak dan perempuan.
Pernyataan ini diunggah pada Agustus 2026 dan dimulai dengan memuji negara bagian Minnesota atas keputusannya melarang teknologi 'ketelanjangan' AI.
Larangan tersebut disahkan dengan suara bulat di Senat Minnesota dengan 65-0, menjadi yang pertama di seluruh negeri.
Meghan dan Harry menggambarkan undang-undang tersebut sebagai contoh kepemimpinan yang sesuai untuk era digital.
Pasangan yang menikah pada 19 Mei 2018 itu kemudian menyinggung Elon Musk tanpa menyebut namanya secara langsung.
Mereka mengecam sosok yang disebutnya sebagai 'pemimpin triliuner perusahaan teknologi yang bertanggung jawab atas Grok AI milik X'.
"Jika seseorang bertanya-tanya mengapa ada yang mencoba menghentikan larangan teknologi AI yang menghasilkan deepfake orang dan anak-anak telanjang tanpa persetujuan mereka, mereka tidak perlu mencari lebih jauh selain tiga kelompok berbeda, termasuk seorang anggota parlemen Inggris, sebuah keluarga dari Arkansas, dan lima anak dari Tennessee, yang semuanya mengajukan gugatan baru terhadap fitur Grok yang sama, dengan tuduhan bahwa fitur tersebut menciptakan materi seksual tentang mereka, hanya dalam minggu ini," tulis Meghan dan Harry.
Sementara itu, perwakilan dari bos Tesla dan SpaceX tersebut belum menjawab permintaan komentar oleh USA Today soal tulisan Meghan dan Harry.
Minggu lalu, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, menggugat Minnesota atas larangan tersebut dan menyerukan agar undang-undangnya diblokir.
