Panitia Piala Presiden 2026 angkat bicara terkait jadwal padat yang dikritik peserta. Mereka menegaskan turnamen pramusim ini bukan kompetisi di bawah naungan FIFA.
Kritik datang dari Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, yang mempertanyakan aturan FIFA tentang waktu istirahat minimal 72 jam.
>>> Final Piala Presiden Tanpa Penonton, Pengamanan Tetap Ketat
Persib harus bermain dengan jarak dua hari dari semifinal ke final.
Wakil Ketua Bidang Kompetisi Piala Presiden, Risha Adi Wijaya, menjelaskan bahwa rekomendasi FIFA tersebut berlaku untuk turnamen antar-federasi atau antarnegara.
Contohnya adalah agenda Tim Nasional Indonesia melawan negara lain.
Risha menambahkan bahwa turnamen ini sudah mendapat persetujuan dari AFC. AFC tidak mempermasalahkan jadwal penyelenggaraan Piala Presiden.
>>> Madrid dan Leipzig Sepakati Transfer Diomande, Nilainya Segini
Untuk mendapatkan approval, panitia menyerahkan jadwal pertandingan, regulasi, dan ketentuan administrasi lainnya. AFC menyetujui model penjadwalan turnamen ini sejak awal.
Panitia juga memberikan kebebasan kepada klub untuk melakukan rotasi hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. Hal ini diharapkan dapat menjaga kondisi pemain.
Selain itu, aturan baru diterapkan menjelang semifinal pada 27 Juli. Panitia mengirimkan surat kepada klub yang lolos ke empat besar untuk kembali mendaftarkan pemain baru.
>>> Gaya Cristiano Ronaldo sebagai Pemilik Klub Spanyol
Risha menegaskan bahwa sejak awal panitia sudah mengantisipasi dinamika kompetisi dengan memberikan kesempatan klub mendaftarkan pemain sebelum semifinal.

