⌂ Beranda News Unik, Tokek Berkepala Dua Bernama Simon dan Garfunkel Punya Kepribadian Berbeda

Unik, Tokek Berkepala Dua Bernama Simon dan Garfunkel Punya Kepribadian Berbeda

Unik, Tokek Berkepala Dua Bernama Simon dan Garfunkel Punya Kepribadian Berbeda
Ilustrasi: Unik, Tokek Berkepala Dua Bernama Simon dan Garfunkel Punya Kepribadian Berbeda
A A Ukuran Teks16px

Perbedaan genetik di alam dapat bervariasi, dan kali ini fenomena unik muncul pada seekor tokek berkepala dua yang diberi nama Simon dan Garfunkel.

Menariknya, kedua kepala tokek ini dilaporkan memiliki kepribadian yang berbeda.

>>> Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti

Simon dan Garfunkel adalah seekor tokek berjambul (crested gecko) berkepala dua yang dipelihara oleh peternak tokek Rockstar Geckos.

Mereka menetas pada akhir Juni lalu.

Kondisi memiliki lebih dari satu kepala dikenal sebagai polycephaly.

Fenomena ini biasanya terjadi ketika kembar identik mulai memisahkan diri di dalam rahim namun prosesnya tidak tuntas, sebuah kondisi yang disebut bifurkasi aksial.

Umumnya, hewan dengan kondisi polycephaly di alam liar sulit bertahan hidup karena kendala dalam bergerak dan makan.

Namun, Simon dan Garfunkel dirawat dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan di tahap awal ini.

Tracie Kelley dari Rockstar Geckos menjelaskan bahwa setiap kepala tampak memiliki perilaku tersendiri. 'Kepala sebelah kiri sedikit lebih pemarah,' ujarnya kepada IFLScience.

>>> Chelsea Kalah Beruntun di Laga Uji Coba, Xabi Alonso Sebut Masih Proses

Meskipun sesekali terlihat berselisih mengenai arah tujuan, hal tersebut tidak menjadi masalah besar. Kelley menduga kepala sebelah kanan lebih dominan, namun ia mengakui sulit untuk memastikannya.

Tim Rockstar Geckos secara rutin memberikan kabar terbaru mengenai perkembangan Simon dan Garfunkel melalui akun media sosial mereka.

Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas besarnya minat yang ditunjukkan terhadap tokek kecil ini.

Tantangan terbesar dalam merawat tokek berkepala dua ini adalah membantu proses pergantian kulit.

Meskipun tidak selalu membutuhkan bantuan, tubuh mereka yang kecil dan rapuh memerlukan waktu ekstra untuk memastikan tidak ada sisa kulit lama yang tertinggal.

Tokek bukan satu-satunya spesies yang bisa mengalami polycephaly. Kasus serupa pernah tercatat pada hiu banteng, kucing, ular, dan sapi.

>>> Elon Musk Ungkap Rencana SpaceX Bangun Pabrik Robotik di Bulan

Fenomena ini bahkan telah ada sejak lama, terbukti dari penemuan fosil hyphalosaurus berkepala dua berusia 125 juta tahun di Tiongkok.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM